Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Percepatan pengembangan Tambang Emas Pani dinilai menjadi katalis positif bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), khususnya dalam mendorong kinerja perseroan mulai 2026.
Untuk diketahui, penambangan pertama (first mining) Tambang Emas Pani telah dimulai pada Oktober 2025, dengan target produksi emas perdana (first gold) pada kuartal I-2026.
Pun rencana pembangunan fasilitas CIL (carbon-in-leach) satu tahap dengan kapasitas 12 juta ton per tahun (mtpa) dinilai dapat mempercepat pencapaian produksi puncak hingga 500.000 ons per tahun.
Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer berpandangan, langkah MDKA ini akan turut mempercepat fase produksi emas perseroan.
Baca Juga: Komisaris Merdeka Copper (MDKA) Borong 350.000 Saham, Ini Tujuannya
“Percepatan pengembangan Tambang Emas Pani kami nilai menjadi katalis struktural yang positif bagi MDKA karena akan mempercepat fase produksi. Selain itu, langkah ini berpotensi meningkatkan recovery emas serta menurunkan biaya per unit dalam jangka menengah,” ujar Mifta kepada Kontan, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, efisiensi tersebut pada akhirnya berpotensi memperbaiki arus kas dan meningkatkan visibilitas pendapatan MDKA mulai 2026.
Dari sisi sentimen, Mifta menilai MDKA masih diuntungkan oleh harga emas global yang bertahan di level tinggi, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta arah suku bunga global yang cenderung lebih akomodatif.
Baca Juga: Harga Emas Tembus US$5.000, Saham ANTM hingga MDKA Melonjak Tajam
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko yang dapat memengaruhi kinerja perseroan.
“Risiko yang perlu diperhatikan antara lain volatilitas harga komoditas, fluktuasi nilai tukar, potensi kenaikan biaya operasional, serta risiko eksekusi proyek,” jelasnya.
Seiring dengan keberhasilan turnaround kinerja dan akselerasi proyek-proyek utama, Mifta menilai kinerja laba bersih MDKA pada 2026 masih berpeluang tumbuh positif. Hal ini terutama jika ekspansi Tambang Emas Pani berjalan sesuai jadwal dan harga emas tetap berada pada level yang suportif.
Atas dasar tersebut, Mifta merekomendasikan saham MDKA untuk trading buy dengan target harga di level Rp 3.000 per saham.
Baca Juga: Merdeka Copper (MDKA) Raup Pendapatan US$ 1,28 Miliar, Ini Rekomendasi Sahamnya
Selanjutnya: Selisih Buyback Emas Antam Melonjak menjadi 13,02%, Potensi Rugi Mengintai Cepat!
Menarik Dibaca: Hujan Lebat di Daerah Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2) Jabodetabek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













