Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Investor pun disarankan untuk mencermati saham EXCL dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 3.270 per saham dan Rp 3.440 per saham.
Elandry melihat, subsektor telekomunikasi dan digital infrastructure memiliki kinerja paling menarik hingga akhir 2026, seiring pertumbuhan trafik data, 5G, cloud dan AI.
Saham ISAT, EXCL, dan TLKM bisa sebagai pilihan yang lebih defensif. Katalis utamanya pertumbuhan pendapatan, efisiensi capex, konsolidasi industri, dan peningkatan permintaan data.
“TLKM lebih bisa menjadi alternatif bagi investor yang lebih mengutamakan fundamental dan dividend yield,” paparnya.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pemicu dan Saham Rekomendasi Analis
Imam melihat, emiten sektor infrastruktur adalah emiten yang cenderung defensif, karena cenderung memiliki fokus bisnis utilitas atau secara produk digunakan oleh banyak orang untuk aktivitas sehari-hari.
Artinya, emiten ini cenderung memiliki earning power yang cukup kuat.
Kinerja emiten-emiten ini akan jauh lebih baik jika ke depan kondisi makro seperti bank sentral, baik BI ataupun The Fed, yang lebih dovish.
“Atau mungkin ada aksi korporasi yang organik dan anorganik. Perlu menjadi perhatian juga valuasi sahamnya,” paparnya.
Imam pun merekomendasikan beli untuk PGEO dengan target harga terdekat Rp 1.140 per saham dan target harga selanjutnya Rp 1.215 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














