Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dengan kinerja yang solid di seluruh lini bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ANTM mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 29,32 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini meningkat 12,12% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26,15 triliun.
Seluruh segmen bisnis ANTM menunjukkan pertumbuhan positif. Segmen logam mulia dan pemurnian menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp 23,96 triliun, naik 10,57% yoy dari Rp 21,67 triliun pada kuartal I-2025.
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, SBN Ritel Masih Jadi Pilihan Investor
Kinerja impresif juga terlihat pada segmen nikel yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,57% yoy, dari Rp 3,77 triliun menjadi Rp 4,47 triliun. Sementara itu, segmen bauksit dan alumina turut mengalami peningkatan sebesar 24,02% yoy, dari Rp 708,75 miliar menjadi Rp 879,14 miliar.
Adapun pendapatan dari segmen lainnya melonjak signifikan sebesar 264,70% yoy, dari Rp 3,57 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp 13,02 miliar pada kuartal I-2026.
Di sisi beban, ANTM mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 5,28% yoy menjadi Rp 23,71 triliun, dibandingkan Rp 22,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi mendorong laba kotor perusahaan naik signifikan.
ANTM membukukan laba kotor sebesar Rp 5,62 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 54,40% yoy dari Rp 3,64 triliun pada kuartal I-2025.
Beban usaha perusahaan turut meningkat 17,85% yoy menjadi Rp 1,11 triliun. Namun, hal tersebut tidak menghambat pertumbuhan laba usaha yang melonjak 67,29% yoy menjadi Rp 4,50 triliun, dibandingkan Rp 2,69 triliun pada periode sebelumnya.
Hingga akhir kuartal I-2026, ANTM mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,41 triliun, tumbuh 60,09% yoy dari Rp 2,13 triliun pada kuartal I-2025.
Dari sisi neraca, total aset ANTM tercatat sebesar Rp 63,30 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp 22,89 triliun dan ekuitas sebesar Rp 40,41 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













