Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konsumer PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melaporkan kenaikan laba bersih di tengah turunnya penjualan hingga Maret 2026.
Berdasarkan laporan kinerja keuangannya yang dirilis Selasa (28/4/2026), penjualan bersih MYOR di periode Januari hingga Maret 2026 mengalami penurunan 4,74% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9,39 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,85 triliun.
Secara rinci, penjualan dari segmen makanan olahan dalam kemasan mencapai Rp 5,75 triliun dan minuman olahan dalam kemasan Rp 4,39 triliun.
Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Revisi Turun Target Pendapatan di Tahun 2025, Cek Prospeknya
Setelah memperhitungkan eliminasi Rp 761,06 miliar, MYOR mencatatkan penjualan konsolidasi senilai Rp 9,39 triliun. Penjualan perusahaan dari segmen lokal tercatat sebesar Rp 5,68 triliun dan ekspor sebesar Rp 3,72 triliun.
Meski mengalami penurunan penjualan, perusahaan berhasil menekan beban pokok penjualan secara signifikan dari Rp 7,69 triliun menjadi Rp 6,89 triliun.
Efisiensi tersebut mendorong kenaikan laba kotor menjadi Rp 2,49 triliun, dibandingkan Rp 2,16 triliun pada periode sebelumnya. Di sisi lain, total beban usaha relatif terjaga stabil di kisaran Rp 1,31 triliun.
Dengan begitu, laba usaha MYOR melonjak menjadi Rp 1,17 triliun, dari sebelumnya Rp 846,19 miliar.
Lalu, setelah memperhitungkan komponen pendapatan dan beban lain-lain, laba sebelum pajak tercatat naik menjadi Rp 1,17 triliun, dari Rp 869,58 miliar.
Selanjutnya, laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp 964,99 miliar, dibandingkan Rp 704,94 miliar pada periode sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah
Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mencerminkan laba bersih melonjak 37,15% yoy menjadi Rp 945,58 miliar, dari Rp 689,43 miliar.
Dus, laba per saham perusahaan naik menjadi Rp 41 per saham dari sebelumnya Rp 31 per saham.
Dari sisi neraca, MYOR melaporkan total aset senilai Rp 28,63 triliun hingga akhir Maret 2026, turun dari Rp 31,37 triliun per akhir 2025.
Per kuartal I-2026, total liabilitas perusahaan mencapai Rp 9,45 triliun, turun dari akhir Desember Desember 2025 senilai Rp 13,01 triliun. Sementara, total ekuitas perusahaan naik menjadi Rp 19,18 triliun dari sebelumnya Rp 18,36 triliun.
Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idAA untuk Mayora Indah (MYOR), Prospek Stabil
Emiten di sektor konsumer ini juga mencatatkan saldo kas dan setara kas pada akhir tahun sebesar Rp 5,11 triliun per akhir Maret 2026, melonjak dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 3,66 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













