Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah WTI naik mendekati US$ 104 per barel pada hari Jumat (30/10), level tertinggi sejak mencapai angka US$ 105,83 pada 15 September 2026. Ini di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (30/10), kenaikan harga ini terjadi menyusul laporan bahwa seorang komandan senior militer AS telah memberikan penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump mengenai opsi untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Sementara Trump telah berulang kali melontarkan ancaman akan adanya tindakan militer lebih lanjut.
Di sisi lain, Teheran mengisyaratkan tidak akan melunakkan sikapnya untuk mengakhiri konflik, meskipun mereka mengonfirmasi telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang bertujuan untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga meningkat setelah terjadinya dua insiden terpisah yang melibatkan kapal tanker. Sementara itu, pasukan Ukraina dilaporkan menyerang sebuah kilang minyak Rusia di wilayah Samara.
Sedangkan Rusia melancarkan serangan lain terhadap Ukraina pada malam hari. Perkembangan situasi ini semakin memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak global, dengan harga minyak mentah tercatat naik 15% sepanjang bulan Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














