CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Harga Minyak WTI Naik ke US$ 95,26 per Barel, Berpeluang Bertahan di Level Tinggi


Kamis, 04 Juni 2026 / 14:45 WIB
Harga Minyak WTI Naik ke US$ 95,26 per Barel, Berpeluang Bertahan di Level Tinggi
ILUSTRASI. Minyak Dunia (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia masih bergerak di level tinggi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah

Berdasarkan data Bloomberg pukul 14.12 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate dibanderol US$ 95,26 per barel. Harga tersebut naik 3,36% dibandingkan awal pekan yang berada di level US$ 92,16 per barel. 

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo pergerakan harga minyak saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Baca Juga: Mutuagung Lestari (MUTU) Siap Bagi Dividen, Potensi Yield 2%

"Harga minyak mentah WTI sangat dipengaruhi oleh eskalasi militer di Selat Hormuz antara AS dan Iran yang berbenturan dengan titik jenuh premium risiko seiring mulai pulihnya sebagian arus logistik berkat pengawalan militer," ujar Sutopo kepada Kontan, Kamis (4/6/2026). 

Pada kuartal III-2026, Sutopo memperkirakan harga minyak mentah akan bergerak dalam rentang rata-rata US$ 88 hingga US$ 98 per barel.

Ia menjelaskan, peluang harga menembus batas atas kisaran tersebut akan sangat bergantung pada kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz dan perkembangan cadangan minyak komersial Amerika Serikat.

Selain itu, pelaku pasar juga perlu mencermati sejumlah katalis yang berpotensi memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek. Di antaranya adalah konsistensi volume pelayaran di Selat Hormuz, potensi eskalasi lanjutan di Timur Tengah, serta data persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

"Faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu apakah harga minyak dapat bertahan di level saat ini atau justru mengalami koreksi dalam beberapa waktu ke depan," kata Sutopo.

Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi, Ancaman Tembus Rp 19.000 per Dolar Makin Dekat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×