kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kenaikan 63 saham menopang IHSG


Kamis, 22 November 2012 / 10:10 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan (kanan) menyuntikkan vaksin Sinovac kepada ibu hamil di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (18/8/2021).


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas |

JAKARTA. Sempat di zona merah, akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil terangkat naik 0,11% ke posisi 4.321,26 pada pukul 09.34 WIB, Kamis (22/11). Kenaikan 63 saham menopang IHSG. 42 saham terlihat melemah, sedangkan 91 saham lainnya diam di tempat.

Tujuh sektor berada di teritori positif dengan sektor konstruksi naik 0,54% dan menjadi yang terdepan. Di posisi kedua sektor infrastruktur juga melaju positif hingga 0,55%.

Saham MSCI yang berada pada posisi top gainers antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik 1,88% ke Rp 48.750, disusul saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang juga terangkat 1,09% ke Rp 9.300 dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik 0,95% ke Rp 15.950.

Saham-saham bluechips yang berada pada posisi top losers di antaranya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang anjlok 3,43% ke Rp 40.850, diikuti saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang  turun 1,09% ke Rp 2.275 dan  saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang minus 0,8% ke Rp 3.100.

Analis Anugerah Securindo Indah, bertoni Rio melihat  IHSG berpeluang melanjutkan penguatan di support 4.260 -4.285, dengan resistance pada 4.350 -4.375. Rekomendasi saham-saham pilihan Rio  hari ini di antaranya CPIN, EXCL, dan GGRM, ICBP, PTBA, BDMN, ASRI, ROTI, MYOR dan WIKA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×