kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

BREN, DSSA Hingga ANTM Terdepak dari Indeks MSCI: Bobot Indonesia di MSCI Terkikis


Rabu, 13 Mei 2026 / 08:10 WIB
BREN, DSSA Hingga ANTM Terdepak dari Indeks MSCI: Bobot Indonesia di MSCI Terkikis
ILUSTRASI. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market anjlok dari 0,86% ke 0,63% setelah MSCI melakukan rebalancing indeks yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala untuk periode Mei 2026. Sejumlah saham Indonesia pun tersisih dari indeks global tersebut.

Di kategori MSCI Global Standard Indexes, ada enam saham Indonesia yang dihapus yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Menariknya, AMRT masih dimasukkan ke dalam MSCI Small Cap Indexes.

Di samping itu, terdapat 13 saham yang terlempar dari MSCI Small Cap Indexes. Di antaranya adalah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Rebalancing ini terjadi di tengah masih berlangsungnya pembekuan status pasar saham Indonesia oleh MSCI, sehingga tidak ada saham baru yang ditambahkan atau naik kelas pada indeks global tersebut.

Baca Juga: Hasil Rebalancing MSCI Mei 2026: AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, AMRT Terdepak

Verdhan Sekuritas dalam keterangannya menyebut bahwa penghapusan saham-saham Indonesia oleh MSCI sudah sesuai perkiraan, namun dengan kejutan berupa saham ANTM, DSNG, dan SIDO yang turut didepak dari MSCI Small Cap Indexes.

Dengan adanya perubahan ini, maka terdapat estimasi outflow asing sekitar US$ 3,4 miliar yang mana US$ 3,1 miliar di antaranya berasal dari kategori Global Standard Cap dan US$ 353 juta dari kategori Small Cap.

"Estimasi bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Market Investable Market Index berkurang dari 0,86% menjadi 0,63%," tulis Verdhana Sekuritas dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

 

Asal tahu saja, hasil perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×