kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Kartu Pokémon Menguat Sejak 2024, Kolektor Ungkap Ciri yang Layak Investasi


Kamis, 30 April 2026 / 21:20 WIB
Kartu Pokémon Menguat Sejak 2024, Kolektor Ungkap Ciri yang Layak Investasi
ILUSTRASI. Kartu Pokemon Mahal (Zen Market/Zen Market)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kartu Pokémon kembali menguat sejak 2024, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global, seiring meningkatnya minat kolektor lama dan baru yang masuk ke pasar barang koleksi bernilai tinggi. 

Lonjakan ini dipicu efek nostalgia, peran influencer, serta persepsi kartu Pokémon sebagai aset alternatif yang bisa diperdagangkan.

Content creator sekaligus Pokémon Card Collector, Adipashya Yarzuq, menyebut kenaikan minat sejak 2024 terjadi di berbagai negara, bukan hanya di pasar domestik. Menurutnya, tren global tersebut ikut mendorong harga kartu tertentu di Indonesia ikut terkerek, terutama untuk produk impor.

Baca Juga: Demam Pokémon Card, Pikachu Illustrator Jadi Aset Koleksi Bernilai Tinggi

“Baru ramai banget dua tahun terakhir, dan itu bukan cuma di Indonesia. Banyak faktor, termasuk influencer global dan orang-orang yang punya modal mulai masuk,” ujarnya Adipashya atau yang dikenal Falkro saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026). 

Ia menjelaskan, kartu Pokémon kini sering diperlakukan seperti instrumen investasi alternatif, dengan nilai yang ditentukan oleh kelangkaan, permintaan pasar, hingga faktor nostalgia. 

Dalam kondisi tertentu, harga kartu bisa melonjak tajam, bahkan mencapai puluhan juta rupiah untuk satu lembar kartu, sementara kategori super langka pernah diperdagangkan hingga ratusan miliar rupiah di pasar global.

Menurutnya, ada beberapa ciri kartu yang dianggap “layak investasi” oleh kolektor, antara lain tingkat kelangkaan tinggi seperti Secret Rare atau Special Art Rare, karakter populer seperti Charizard atau Pikachu, kondisi fisik mint atau mendekati sempurna, serta status kartu yang sudah dinilai oleh lembaga grading internasional seperti Professional Sports Authenticator (PSA)

Selain itu, faktor edisi terbatas dan kartu yang sudah tidak lagi diproduksi (out of print) juga menjadi pendorong utama kenaikan harga karena suplai yang berhenti sementara permintaan terus meningkat.

Hanya saja, ia menekankan walaupun berpotensi menjadi aset koleksi, dasar utama mengoleksi tetap harus pada minat, bukan semata mengejar keuntungan finansial.

“Kalau dasarnya bukan karena suka, biasanya orang tidak akan bertahan lama di hobi ini,” tutupnya. 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Jababeka (KIJA) Menyusut pada Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×