kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kabar positif Brexit dan pemangkasan The Fed rate jadi amunisi penguatan GBP/USD


Kamis, 31 Oktober 2019 / 20:45 WIB
Kabar positif Brexit dan pemangkasan The Fed rate jadi amunisi penguatan GBP/USD
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Euro, Hong Kong dollar, U.S. dollar, Japanese yen, pound and Chinese 100 yuan banknotes are seen in this picture illustration, January 21, 2016. REUTERS/Jason Lee/Illustration/File Photo

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin (bps) ke level 1,5% hingga 1,75% sukses membuat dolar AS kehilangan tenaga. Alhasil pasangan GBP/USD berpeluang untuk melanjutkan rally pada perdagangan akhir pekan ini.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengatakan, pada perdagangan Kamis (31/10) pasangan GBP/USD terpantau masih melanjutkan penguatan.

Baca Juga: Brexit diundur, poundsterling masih bisa unggul

Mengutip Bloomberg, pasangan ini tercatat naik  0,44% ke level 1,2959 pukul 18.28 WIB, setelah pada perdagangan sebelumnya (30/10) ditutup naik 0,29% di level 1,2902.

Tren penguatan terjadi pasca Parlemen Inggris menyetujui usulan pemilu di 12 Desember 2019 yang diajukan untuk voting kedua kalinya oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Sebagai informasi, usulan pemilu dini yang diajukan Boris sempat ditolak mentah-mentah oleh Parlemen Inggris dengan kekalahan telak pada voting Senin (28/10). Namun, Selasa (29/10) UK House of Commons akhirnya menyetujui penyelenggaraan pemilu pada 12 Desember 2019 dengan perolehan suara 438-20.

Di sisi lain, sembari menunggu perkembangan pemilu Inggris, data ekonomi dari AS menjadi fokus para investor.

Baca Juga: Pasangan kurs USD cenderung digerakkan sentimen teknikal, Senin (28/10) ini

Kebijakan pemotongan suku bunga acuan The Fed sebesar 0,25 basis poin sebagaimana yang telah diperkirakan oleh pasar, memberikan dorongan bagi dolar AS untuk naik ke level tertingginya terhadap beberapa rival mata uang lainnya termasuk poundsterling. Namun, dolar AS berbalik arah setelah konferensi pers dari Powell.

Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutkan, tidak akan ada kenaikan tingkat bunga kecuali ada pergerakan yang signifikan dalam inflasi. Komentar tersebut sukses mendorong naik saham-saham utama di Wall Street dan membanting dolar AS ke level terendah baru secara luas.

Alhasil, seiring tertekannya dolar AS dan berkembangnya berita positif terkait rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, maka mata uang poundsterling masih akan berpotensi untuk melanjutkan rally pada perdagangan berikutnya.

Baca Juga: Banyak sentimen penggerak, GBP/USD dalam tren bullish

"Saat ini para investor mulai mengalihkan fokusnya pada rilis data ekonomi Departemen Tenaga Kerja AS dan Non-Farm Payrolls yang akan dikeluarkan pada Jumat (01/11) yang diperkirakan akan turun menjadi di bawah 100.000 pekerjaan baru dari bulan sebelumnya sebanyak 136.000 pekerjaan baru," jelas Sakti kepada Kontan.co.id, Kamis (31/10).

Secara teknikal, grafik range daily GBP/USD menunjukkan indikator Moving Average Exponential (MAE) yang melebar dengan arah kurs naik, kemudian pada Vortex Indicator (VI) dengan kondisi Blue over red yang melebar dimana arah kurs berpotensi lanjutkan gain.

Selanjutnya, pada indikator True Strength Indicator (TSI) berada di area + 32,33 yang menunjukkan kurs kurang kuat untuk turun. Sehingga, dilihat dari kondisi teknikal, pasangan GBP/USD masih berpotensi melanjutkan penguatannya pada perdagangan selanjutnya.

Baca Juga: Menanti peralihan gubernur ECB, kurs euro berpeluang melemah

Adapun rekomendasi trading untuk pasangan GBP/USD di Jumat (1/11) yakni Buy, selama harga di atas 1.2969. Sedangkan untuk level resistance berada di kisaran 1,2924; 1,2947; dan 1,3011 sedangkan untuk kisaran support di level 1,2860; 1,2820; dan 1,2756.





Close [X]
×