Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) terus mendorong transformasi fungsi shared services melalui PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS). Fungsi yang sebelumnya lebih banyak menjalankan layanan administratif kini diarahkan menjadi mitra strategis yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan nilai bagi bisnis.
Presiden Direktur PT Chandra Asri Sentral Solusi Lenny Woen mengatakan, perkembangan skala dan kompleksitas bisnis Chandra Asri Group membutuhkan fungsi pendukung yang mampu bekerja secara lebih terintegrasi dan efisien.
“CASS dibangun untuk mendukung Chandra Asri Group dalam menghadapi skala dan kompleksitas bisnis yang terus berkembang. Peran kami bukan hanya memastikan proses berjalan efisien dan konsisten, tetapi juga membangun kapabilitas yang memungkinkan bisnis bergerak lebih cepat, memanfaatkan teknologi dan fokus pada penciptaan nilai,” ujar Lenny dalam siaran pers, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.868 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (22/9), Terlemah di Asia
Menurut Lenny, CASS akan terus diperkuat agar tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi bisnis. Transformasi tersebut dilakukan melalui standardisasi proses, pemanfaatan teknologi, otomasi dan analitik, serta pengembangan kapabilitas artificial intelligence (AI).
Saat ini, CASS menaungi sejumlah fungsi pendukung Chandra Asri Group, meliputi keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, dan operasional pelanggan. Layanan tersebut mencakup pemrosesan transaksi dan pelaporan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, pengadaan barang dan jasa, hingga proses yang berkaitan dengan pelanggan.
Standardisasi proses dan pemanfaatan teknologi memungkinkan layanan CASS dikembangkan secara lebih luas seiring dengan bertambahnya entitas dan kebutuhan bisnis. Dengan demikian, setiap entitas tidak perlu membangun kapabilitas pendukung yang sama secara terpisah.
Transformasi shared services tersebut juga sejalan dengan perkembangan model layanan global yang semakin mengandalkan teknologi, AI, standardisasi proses, serta pengukuran kinerja berdasarkan hasil bisnis.
Dalam seminar tersebut, Mark Teoh, Deloitte Southeast Asia Human Capital Portfolio Leader, mengatakan shared services saat ini tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi pekerjaan, tetapi juga membangun kapabilitas internal dan menciptakan nilai bagi bisnis.
“Shared services tidak lagi hanya tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Perannya berkembang menjadi platform untuk membangun kapabilitas perusahaan, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi bisnis,” ujar Mark.
Baca Juga: Mengenal Kebijakan Baru BEI Soal Harga Minimum Saham Rp1 beserta Batas ARA-ARB
Menurut survei Deloitte terhadap lebih dari 500 eksekutif bisnis dan teknologi global, sebanyak 70% organisasi menyatakan telah membawa kembali pekerjaan yang sebelumnya dialihdayakan dalam lima tahun terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapabilitas internal, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kontrol.
Selain itu, sebanyak 92% responden berencana mengintegrasikan AI ke dalam penyediaan layanan, sementara penerapan model berbasis hasil bisnis meningkat menjadi 67%.
Bagi Chandra Asri Group, pengembangan CASS menjadi semakin relevan seiring ekspansi portofolio perseroan di sektor energi dan kimia, integrasi infrastruktur, serta solusi mobilitas. Ekspansi tersebut juga membuat kebutuhan terhadap proses yang terintegrasi dan standar operasional yang konsisten semakin besar.
CASS juga mulai memperluas dukungan shared services ke luar Indonesia. Saat ini, CASS telah mendukung Aster di Singapura sebagai bagian dari perluasan cakupan layanan Grup sekaligus untuk membangun pengalaman dalam mendukung bisnis dengan karakteristik operasional yang berbeda.
Ke depan, CASS berencana memperluas cakupan layanan dan kapabilitas, termasuk mengintegrasikan fungsi teknologi informasi atau IT pada 2027. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antara bisnis, teknologi, data, dan sumber daya manusia di lingkungan Chandra Asri Group.
“Pertumbuhan Chandra Asri Group membutuhkan organisasi yang tidak hanya besar, tetapi juga semakin terintegrasi dan agile. CASS akan terus membangun kapabilitas yang memungkinkan Grup memperoleh manfaat dari skala, standardisasi, teknologi, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masing-masing bisnis untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Lenny.
Melalui transformasi tersebut, CASS diarahkan menjadi mitra strategis bagi Chandra Asri Group dengan menyediakan layanan yang terintegrasi, terstandardisasi, dan dapat dikembangkan sesuai skala bisnis. Fungsi tersebut juga ditujukan untuk mendukung peningkatan keunggulan operasional dan ekspansi Grup di tingkat regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














