Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) terpapas untuk hari yang kedua. Koreksi harga dipicu kekhawatiran pasar bahwa pemimpin politik Yunani bakal mangkir dari kesepakatan bailout. Pasalnya, pemerintahan baru diduga akan menolak rencana bailout.
Ketidakpastian kondisi politik di Yunani terjadi setelah pemimpin partai New Democracy Antonis Samaras gagal membentuk sebuah koalisi, pasca pemilihan umum akhir pekan lalu. Hal itu memberikan peluang bagi partai pesaingnya, Syriza. Pemimpin partai Syriza, Alexis Tsipras berencana membentuk sebuah pemerintah sayap kiri, yang akan menasionalisasi bank, mencabut reformasi tenaga kerja yang baru, dan membatalkan kesepakatan bailout.
Spekulasi ini dikhawatirkan akan memicu kian memburuknya krisis Eropa, sehingga menyurutkan permintaan terhadap komoditas, termasuk minyak sawit.
Vijay Mehta, Direktur Commodity Links Pte. menilai, masalah yang terjadi di Yunani menjadi faktor eksternal yang menekan harga CPO. "Hanya kalau faktor-faktor eksternal kembali stabil, kita baru akan melihat adanya pembelian di level saat ini," ujarnya.
Selain itu, Mehta bilang, investor juga masih menunggu rilis data produksi, stok dan ekspor Malaysia untuk bulan April.
Sebagai catatan, kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat terpapas 0,5% ke RM 3.335 atau setara US$ 1.087 per metrik ton. Kontrak yang sama mengakhiri sesi perdagangan pagi di level RM 3.342 per metrik ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













