kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

CPO terjungkal ke level terendah delapan pekan


Senin, 07 Mei 2012 / 11:46 WIB
ILUSTRASI. Kawasan kilang


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) terjungkal ke level terendah dalam delapan pekan. CPO Merosot lantaran produksi Malaysia diekspektasi naik pada April lalu, seiring berakhirnya musim produksi rendah. Ekspektasi tersebut memunculkan dugaan suplai minyak nabati global bakal menggemuk.

Suplai yang besar cenderung akan menekan harga minyak sawit. Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange pun sempat terpangkas 1,4% ke posisi RM 3.311 atau setara US$ 1.081 per metrik ton. Ini merupakan level terendah sejak 12 Maret lalu.

Kontrak yang sama kemudian bergulir ke RM 3.326 per metrik ton pada pukul 11.19 di Kuala Lumpur.

Malaysian Palm Oil Board dijadwalkan merilis data produksi minyak sawit pada 10 Mei mendatang. Analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, produksi di Malaysia akan dilaporkan naik 6,6% menjadi 1,29 juta ton pada April. Ini kenaikan terbesar sejak September tahun lalu.

Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte. menilai, tingkat produksi yang lebih tinggi akan memengaruhi sentimen di pasar. "Kami cenderung melihat pasokan yang lebih tinggi dari Malaysia. Ini membuktikan ada banyak sawit di pasar, sehingga harganya akan menjadi bearish," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×