kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

IPO Masih Nihil hingga Maret 2026, Ini Daftar Pipeline di BEI


Minggu, 08 Maret 2026 / 16:15 WIB
IPO Masih Nihil hingga Maret 2026, Ini Daftar Pipeline di BEI
ILUSTRASI. IPO perdana awal tahun BEI (KONTAN/Pulina Nityakanti)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun hingga 6 Maret 2026, belum ada satu pun perusahaan yang menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Namun penghimpunan dana di instrumen lainnya masih berjalan. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan meski begitu, telah diterbitkan 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan yang berhasil dihimpun Rp 41,41 triliun. 

“Kemudian untuk rights issue, per 6 Maret 2026 telah terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun,” jelasnya, Sabtu (7/3/2026). 

Baca Juga: OJK: 7 Perusahaan Antre di Pipeline IPO, Total Nilai Rp 2,21 Triliun

Di pipeline BEI, kata Nyoman, ada tujuh perusahaan yang sedang mengantre untuk menggelar IPO. Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan, mayoritas calon emiten memiliki aset jumbo di atas Rp 250 miliar sebanyak enam perusahaan. 

Sementara hanya ada satu perusahaan dengan aset skala menengah. Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK/04/2027, perusahaan dengan aset skala menengah memiliki aset di antara Rp 50 miliar–Rp 250 miliar. 

Sementara di pipeline EBUS, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit, yang mayoritas berasal dari sektor keuangan sebanyak lima penerbit. Masing-masing ada dua perusahaan dari sektor energi, industri dan manufaktur. 

Baca Juga: KISI Bakal Bawa 8 Perusahaan IPO di 2026, Ada Lighthouse Company

Kemudian ada satu penerbit EBUS yang berasal dari sektor bahan baku dan satu perusahaan dari sektor konsumer non siklikal alias konsumer primer. Namun Nyoman tidak membeberkan berapa estimasi dana yang berpotensi dihimpun dari 13 penerbit itu. 

Untuk pipeline right issue, hanya ada satu perusahaan yang berencana melakukan penghimpunan dana lewat skema ini. Di mana, perusahaan itu berasal dari sektor properti dan real estate. 

Baca Juga: Free Float Bakal Dikerek Jadi 15%, BEI TegaskanTetap Otimistis target 50 IPO Tercapai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×