Reporter: Nur Qolbi | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III-2026, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan melanjutkan momentum positif kinerja bisnis .
Kinerja solid dalam dua kuartal sebelumnya menjadi landasan optimisme. Bisnis financial technology (fintech) berpotensi kembali menjadi pendorong utama profitabilitas grup.
Analis MNC Sekuritas, Christian menilai pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan GoTo dalam memperkuat fondasi bisnis dan profitabilitas.
“GoTo telah menunjukkan kinerja solid dalam dua kuartal terakhir. Pertumbuhan pendapatan yang diikuti peningkatan profitabilitas menjadi modal penting untuk menjaga momentum pada kuartal III,” ujarnya, Rabu (28/10).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama sepakat, prospek perbaikan profitabilitas dan efisiensi operasional GOTO juga menjadi daya tarik tersendiri.
Meski demikian, kuartal III menghadirkan tantangan berupa dampak penerapan komisi 8% pada layanan transportasi roda dua selama satu kuartal penuh. Kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 tersebut membuat kontribusi bisnis roda dua terhadap kinerja on-demand services (ODS) menjadi salah satu perhatian utama.
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 0,31% ke 5.282 pada Rabu (28/10), ASII, BBCA, AMMN Top Gainers LQ45
“Penurunan komisi menjadi 8% jelas menekan top-line dan bottom-line bisnis ODS roda dua. Pendapatan dari setiap transaksi berkurang. Sehingga ada tekanan langsung terhadap profitabilitas. Dampak ini perlu diperhitungkan dalam membaca kinerja kuartal III,” jelas Christian.
Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi peningkatan kontribusi segmen lain untuk menjaga jalur profitabilitas. Dengan tekanan pada bisnis roda dua, kontribusi fintech dan layanan lainnya menjadi semakin penting.
"Kami melihat fintech masih memiliki momentum yang kuat untuk membantu mengimbangi tekanan tersebut dan menjaga kinerja grup tetap solid,” tambahnya.
Pada kuartal II-2026, GoTo membukukan laba bersih Rp252 miliar, meningkat sekitar 47% dibandingkan Rp171 miliar pada kuartal sebelumnya. Pencapaian tersebut menandai dua kuartal berturut-turut perseroan mencatatkan laba bersih.
Pertumbuhan juga tercermin pada pendapatan bersih yang meningkat 31% secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan melonjak 137% menjadi Rp1,01 triliun, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya.
Momentum fintech telah terlihat pada kuartal II-2026, ketika pendapatan bersih segmen ini meningkat 53% secara tahunan menjadi Rp2,07 triliun. EBITDA yang disesuaikan juga melonjak 447% menjadi Rp481 miliar, untuk pertama kalinya melampaui capaian ODS sebesar Rp464 miliar.
Pertumbuhan tersebut disertai peningkatan aktivitas pengguna. Rata-rata pengguna bertransaksi bulanan fintech mencapai 28,8 juta, naik 29% secara tahunan, sementara jumlah transaksi meningkat 91% menjadi 2,4 miliar. Nilai transaksi bruto atau GTV inti fintech turut tumbuh 91% menjadi Rp157 triliun.
“Fintech memiliki momentum yang kuat, baik dari pertumbuhan pengguna maupun aktivitas transaksi. Dengan skala bisnis yang terus berkembang, kami memperkirakan segmen ini kembali menjadi kontributor yang paling menonjol dalam kinerja GoTo pada kuartal III,” kata Christian.
Christian menilai, laporan keuangan kuartal III akan menjadi momentum untuk mengukur kemampuan GoTo menjaga profitabilitas di tengah perubahan struktur komisi.
“Fokusnya adalah seberapa jauh pertumbuhan fintech dan kontribusi bisnis lainnya mampu mengimbangi tekanan pada roda dua. Dengan modal kinerja dua kuartal sebelumnya, kami tetap optimistis terhadap prospek GoTo,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














