kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

IPO Lesu, Kiwoom Sekuritas Andalkan Obligasi dan Bisnis Advisory


Selasa, 08 September 2026 / 18:57 WIB
IPO Lesu, Kiwoom Sekuritas Andalkan Obligasi dan Bisnis Advisory
ILUSTRASI. Pasar modal Indonesia menghadapi tantangan dalam aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal Indonesia menghadapi tantangan dalam aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2026. Di tengah melambatnya transaksi ekuitas, bisnis penerbitan surat utang dan sukuk korporasi masih menunjukkan ketahanan sehingga menjadi salah satu penopang aktivitas penjaminan emisi.

Head of Investment Banking Kiwoom Sekuritas, Piet Pasaribu, mengatakan sepinya aktivitas IPO tahun ini memang berdampak terhadap volume bisnis penjaminan emisi, terutama untuk transaksi ekuitas. Namun, kondisi tersebut dinilai lebih mencerminkan pergeseran komposisi bisnis dibandingkan penurunan aktivitas secara menyeluruh.

"Namun kami melihat ini sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar, bukan sinyal negatif terhadap prospek industri jasa keuangan secara keseluruhan," ujarnya kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Di sisi lain, Piet melihat aktivitas penerbitan surat utang dan sukuk korporasi masih relatif solid. Kondisi tersebut membuat sebagian kapasitas tetap terserap melalui transaksi surat utang.

Baca Juga: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB Menguat, Begini Prospek Mata Uang Euro

Menurutnya, tekanan terhadap pendapatan underwriting ekuitas juga tidak serta-merta mencerminkan penurunan pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Pasalnya, penjaminan emisi bukan menjadi satu-satunya sumber pendapatan dan sebagian tekanan di sisi ekuitas dapat dikompensasi oleh aktivitas obligasi serta sukuk korporasi.

"Jadi dampaknya terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan tidak selinear dengan penurunan jumlah aksi korporasi di sisi saham," katanya.

Menghadapi kondisi pasar yang lebih menantang, Kiwoom Sekuritas terus memperkuat lini bisnis lain sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendapatan. Salah satu fokusnya adalah jasa advisory, baik untuk merger dan akuisisi (M&A), restrukturisasi korporasi, maupun penasihat keuangan untuk aksi korporasi non-penawaran umum.

Layanan tersebut mencakup pendampingan untuk rights issue, private placement, hingga divestasi aset. Piet menilai permintaan terhadap jasa advisory justru cenderung meningkat ketika kondisi pasar lebih selektif karena perusahaan membutuhkan pendampingan strategis sebelum mengambil keputusan korporasi.

Baca Juga: Perdagangan ETF Emas Mulai Menggeliat, Investor Ritel Jadi Penggerak

Sementara itu, prospek bisnis penjaminan emisi pada paruh kedua 2026 dinilai lebih positif dibandingkan semester pertama. Piet menyebut dalam beberapa bulan terakhir mulai terlihat geliat aksi korporasi yang lebih baik, ditandai dengan sejumlah emiten baru yang berhasil melantai di bursa serta pipeline transaksi yang terus terisi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal belum surut, melainkan hanya mengalami pergeseran momentum.

Meski begitu, Kiwoom Sekuritas masih perlu mencermati kondisi pasar sebelum menangkap peluang transaksi sembari menjaga kualitas dan kehati-hatian dalam menyeleksi calon emiten yang akan didampingi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×