kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Investor Mulai Serbu Safe Haven, Yen dan Franc Swiss Jadi Buruan Investor


Senin, 25 Mei 2026 / 15:52 WIB
Diperbarui Senin, 25 Mei 2026 / 15:53 WIB
Investor Mulai Serbu Safe Haven, Yen dan Franc Swiss Jadi Buruan Investor
ILUSTRASI. Forex - Yen Jepang, Dolar AS, Pound (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) belakangan juga diikuti kenaikan mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap risiko global.

Melansir Trading Economics pada Senin (25/5) pukul 15.40 WIB, indeks dolar AS atau DXY berada di level 99,072. Sejalan dengan itu, mata uang yen Jepang (JPY) berada di kisaran 158,9 per dolar AS atau menguat 0,25% dalam sebulan, begitu pula mata uang franc Swiss (CHF) juga menguat sebulan terakhir sekitar 0,46% menjadi 0,782 per dolar AS.   

Research and Development ICDX, Nuhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan dolar AS yang terjadi bersamaan dengan yen Jepang dan franc Swiss menunjukkan pasar global tengah berada dalam fase risk-off atau peningkatan kehati-hatian investor.

Baca Juga: Saham MDKA & EMAS Didorong Aksi Korporasi dan Ekspektasi Pasar, Ini Rekomendasinya

“Investor mulai kembali memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global,” ujar Amru kepada Kontan, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, fenomena ini menjadi indikasi bahwa permintaan terhadap mata uang safe haven mulai meningkat kembali. 

Artinya, investor tidak hanya mencari imbal hasil dari dolar AS yang masih ditopang suku bunga tinggi, tetapi juga perlindungan aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Meski demikian, investor yang ingin mengoleksi valas safe haven sebagai salah satu aset investasi perlu mewaspadai risiko volatilitas tinggi pada pasar valuta asing, terutama jika ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga AS berubah.

Amru menjelaskan, apabila bank sentral AS kembali mengambil sikap lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat signifikan dan memicu fluktuasi besar pada pasar valas. Selain itu, yen Jepang dan franc Swiss juga berisiko bergerak volatil apabila terjadi intervensi dari bank sentral masing-masing negara.

“Strategi yang dinilai lebih aman adalah melakukan diversifikasi pada aset safe haven dan pembelian secara bertahap,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Jeblok, Ditutup di Rp 17.744 Per Dolar AS Hari Ini (25/5): Rekor Terburuk Lagi

Ia menambahkan, investor juga perlu mencermati perkembangan geopolitik, data inflasi AS, serta arah kebijakan bank sentral utama karena faktor-faktor tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan pasar.

Untuk prospek hingga semester I 2026, Amru memperkirakan indeks dolar AS (DXY) akan bergerak di kisaran 99-101. Walau masih ditopang tingkat suku bunga yang relatif tinggi, ruang penguatan dolar dinilai mulai terbatas seiring pasar mengantisipasi stabilisasi kebijakan The Fed.

Sementara itu, pasangan USD/JPY diproyeksikan berada pada rentang 157-160. Proyeksi tersebut mencerminkan yen yang masih cenderung lemah akibat selisih suku bunga AS dan Jepang yang cukup lebar, meski bank sentral Jepang mulai mengarah pada normalisasi kebijakan moneternya.

Adapun USD/CHF diperkirakan bergerak di kisaran 0,77–0,80. Franc Swiss dipandang tetap stabil sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan tingginya volatilitas pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×