kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Pasar Cermati Arah Kebijakan The Fed, Begini Proyeksi Rupiah untuk Besok (17/7)


Kamis, 16 Juli 2026 / 16:51 WIB
Pasar Cermati Arah Kebijakan The Fed, Begini Proyeksi Rupiah untuk Besok (17/7)
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat (17/7/2026) usai ditutup menguat ke Rp 17.986 per dolar AS hari ini (16/7/2026) (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (16/7/2026). Mengutip Bloomberg, ruiah di pasar spot menguat 0,45% secara harian ke Rp 17.986 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,12% secara harian ke Rp 18.041 per dolar AS. 

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah salah satunya karena independensi BI diakui oleh S&P Global Ratings.

Hal ini didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan. Alhasil, otoritas moneter bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Berencana Tambah Lini Bisnis Baru, Intip Prospek Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

Bank Indonesia (BI) disebut terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

“BI masih bisa mengambil keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75%,” kata Ibrahim, Kamis (16/7/2026).

Adapun untuk besok (17/7), Ibrahim memperkirakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen kebijakan The Fed.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral, sambil menekankan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan suku bunga jika tekanan harga terbukti lebih persisten.

Warsh juga meremehkan kekhawatiran bahwa investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan dengan sendirinya, memicu inflasi yang lebih luas. 

Ibrahim memproyeksikan, rupiah besok (17/7/2027) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.986 – Rp 18.030 per dolar AS. 

Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup menguat cukup tajam terhadap dolar AS, didukung oleh penurunan indeks dolar AS menyusul data – data inflasi yang lebih rendah dari harapan.

Baca Juga: Kinerja Saham Lesu, Fundamental Emiten Properti Dinilai Masih Kokoh

Tercatat indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS turun 0,3% secara month on month (MoM) pada Juni 2026.

Realisasi etrsebut berbalik dari yang sebelumnya naik 0,6% di Mei dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan stagnan. Secara tahunan atau year on year (YoY), PPI melambat menjadi 5,5% yoy dari yang sebelumnya 6,0% pada Mei, dan juga lebih rendah dari proyeksi 6,2%. 

“Ini memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Sentimen domestik juga masih cukup positif didukung oleh dipertahankannya kredit rating oleh S&P,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (16/7/2026). 

Adapun, untuk besok (17/7/2026), Lukman bilang, dengan absennya data ekonomi penting dari domestik maupun eksternal, perhatian investor akan kembali pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak dunia.

Apabila tidak ada eskalasi, rupiah masih berpotensi menguat besok. Lukman memproyeksikan rupiah besok di kisaran Rp 17.950 – Rp 18.050 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×