kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Harga Emas Turun di Akhir Pekan, tetapi Cetak Kenaikan Bulanan Pertama dalam 5 Bulan


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 06:21 WIB
Diperbarui Sabtu, 01 Agustus 2026 / 06:33 WIB
Harga Emas Turun di Akhir Pekan, tetapi Cetak Kenaikan Bulanan Pertama dalam 5 Bulan
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, logam mulia ini tetap berhasil mencatat kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir karena meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3% ke US$ 4.049,83 per ons troi pada penutupan perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga turun 1,3% menjadi US$ 4.107 per ons troi.

Koreksi tersebut terjadi setelah dolar AS bangkit dari posisi terendah dalam lebih dari satu bulan yang sempat dicapai sehari sebelumnya.

Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga menekan permintaan.

Baca Juga: Permintaan Emas Global pada Semester I-2026 Meningkat 2% Capai 2.522 Ton

Meski terkoreksi pada akhir pekan, harga emas masih menguat sekitar 1,1% sepanjang Juli. Kinerja ini menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Februari sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama empat bulan berturut-turut.

Penguatan emas sepanjang bulan ini didorong oleh melambatnya inflasi AS yang membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada sisa tahun ini.

Selain itu, penurunan harga minyak ke level sebelum pecahnya konflik Iran juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

"Emas memang berpeluang mengakhiri tren pelemahan empat bulan, tetapi masih kesulitan menjauh dari level psikologis US$ 4.000 per ons," ujar Chief Market Analyst Bybit, Han Tan.

Menurut Han Tan, harga emas tetap mendapat dukungan di atas level US$ 4.000 karena pasar berharap Ketua The Fed Kevin Warsh akan mempertimbangkan indikator ekonomi yang lebih luas dalam menentukan arah kebijakan moneter, tidak semata berpatokan pada ukuran inflasi utama maupun kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 15.000 Jadi Rp 2.616.000 Per Gram, Kamis (30/7)

Data yang dirilis Kamis (30/7) menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni. Namun, perlambatan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak.

Di sisi lain, Kevin Warsh pekan ini kembali menegaskan komitmen The Fed untuk menurunkan inflasi, tetapi tidak memberikan sinyal bahwa bank sentral akan segera menaikkan suku bunga.

Perubahan ekspektasi pasar juga tercermin dari proyeksi pelaku pasar terhadap keputusan The Fed berikutnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September kini sekitar 65%, turun dari lebih dari 80% sepekan sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya juga berada di zona merah. Harga perak spot turun 2,1% menjadi US$ 57,76 per ons troi. Platinum melemah 0,6% menjadi US$ 1.650,14 per ons troi, sedangkan paladium turun 1,8% ke US$ 1.281,18 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Melemah Jelang Keputusan The Fed, Dolar AS dan Yield Menguat

Kendati demikian, platinum dan paladium tetap berada di jalur kenaikan secara bulanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×