kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Investor asing kembali berburu SUN di September


Kamis, 26 September 2013 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Ertiga diesel mengandalkan dapur pacu berkode D13A dengan teknologi Diesel Direct Injection System (DDIS). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Porsi investor asing di surat utang negara (SUN) naik menjadi Rp 289,24 triliun sampai 25 September, lebih tinggi Rp 5,23 triliun jika dibandingkan porsi di akhir Agustus. Demikian data dari Kementerian Keuangan yang dikutip hari Kamis, (26/9).

Sebelumnya, di bulan Juni, investor asing di SUN turun Rp 19,98 triliun karena adanya aksi sell-off di pasar emerging market setelah Federal Reserve mengisyaratkan pengurangan stimulus moneter.

Namun, aksi The Fed yang menunda pengurangan stimulus di bulan September membuat investor asing kembali berburu SUN. Dalam dua lelang SUN terakhir di bulan September, Kementerian Keuangan menjual obligasi senilai Rp 24 triliun.

Rata-rata yield obligasi 11-tahun di lelang terakhir Selasa lalu naik lebih dari 110 basis poin menjadi 8,04968%. "Yield cukup tinggi, jadi ini membuka kesempatan membeli. Selain itu, ada ekspektasi tekanan inflasi ke depan," kata Dian Ayu Yustina, bonds strategist dari Bank Danamon.

Indonesia berharap, terjadi deflasi di bulan September setelah inflasi tinggi terjadi beberapa bulan sebelumnya akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×