kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ini sentimen yang mempengaruhi penguatan bursa saham global sepanjang April 2020


Minggu, 03 Mei 2020 / 11:55 WIB
ILUSTRASI. Bursa saham global bergerak menguat sepanjang bulan April lalu


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama April 2020, mayoritas bursa saham global tak terkecuali Asia mampu menguat. Dalam satu bulan IHSG menguat 3,91% ke level 4.764,4.

Sementara itu, Nikkei 225 naik 6,75% ke level 20.193,69 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) melaju 11,08% dalam satu bulan ke level 24.345,72. Setali tiga uang, indeks bursa saham London FTSE 100 juga menguat 4,04% ke level 5.901,21.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, penguatan bursa saham di seluruh dunia didukung oleh sentimen positif pelonggaran kebijakan penguncian atawa lockdown di sejumlah negara Eropa seperti Italia, Jerman, Spanyol dan Belanda. 

Baca Juga: Bursa Global berada di zona hijau sepanjang April, bagaimana posisi IHSG?

Rencananya, Italia dan Jerman akan mulai pelonggaran mulai Senin (4/5), Belanda pada 11 Mei 2020 dan Spanyol pada akhir Juni 2020. Sementara itu, di Amerika Serikat (AS) sendiri, setidaknya ada 16 negara bagian yang sudah dan sedang berencana memulai kembali aktivitas bisnisnya seperti Alaska, Georgia, Tennesse dan Texas.

Sentimen positif semakin bertambah setelah Uni Eropa, berencana membuat joint-fund dan akan mempertimbangkan quantitative easing (QE) yaitu memperluas program pembelian obligasi senilai € 750 miliar. 

"Sesudah itu seluruh dunia kasus Covid-19 sudah mulai menurun, mulai dari menurunnya jumlah kasus baru hingga angka kematian. Ini yang mendorong pasar bergerak naik ke atas," jelas Hans kepada Kontan.co.id, Jumat (1/5). 




TERBARU

[X]
×