kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Ini Penyebab Laba Ancol (PJAA) Anjlok di Tengah Kenaikan Pendapatan Semester I-2026


Rabu, 29 Juli 2026 / 17:38 WIB
Ini Penyebab Laba Ancol (PJAA) Anjlok di Tengah Kenaikan Pendapatan Semester I-2026
ILUSTRASI. Begini Strategi Ancol (PJAA) Dongkrak Kinerja Tumbuh 10% pada 2026 (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah merilis laporan keuangan periode semester I-2026. Perusahaan tercatat membukukan kenaikan pendapatan tipis di tengah anjloknya laba bersih. 

Dalam laporan keuangannya, PJAA melaporkan kenaikan pendapatan 0,65% menjadi Rp 498,66 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp 495,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tersebut terutama berasal pendapatan tiket sebesar Rp 328,50 miliar, disusul pendapatan usaha lainnya Rp 134,40 miliar, serta pendapatan hotel dan restoran sebesar Rp 37,06 miliar. Adapun potongan penjualan tercatat sebesar Rp 1,30 miliar.

Dari sisi bottom line, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih anjlok 95,2% menjadi Rp 1,03 miliar pada semester I-2026, dari Rp 21,69 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Kinerja Ancol (PJAA) Tertekan pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya

Manager Corporate Communication PJAA, Daniel Windriatmoko mengatakan secara umum, pendapatan perusahaan pada semester I-2026 masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun relatif terbatas. Ini menunjukkan bahwa aktivitas usaha utama perusahaan tetap terjaga. 

Adapun penurunan laba bersih lebih dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain penurunan margin usaha, perubahan pada komponen pendapatan dan beban lain-lain, serta pembentukan pencadangan atas aset keuangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. 

Di sisi lain, PJAA tetap menjaga fundamental keuangan dengan baik. Posisi kas mengalami peningkatan dan struktur permodalan terus membaik, sehingga perusahaan tetap memiliki fleksibilitas untuk menjalankan strategi bisnis dan pengembangan usaha ke depan. 

"Selanjutnya, manajemen akan terus berfokus pada peningkatan profitabilitas melalui optimalisasi pendapatan, pengendalian biaya, serta peningkatan kualitas aset dan efektivitas pengelolaan operasional," kata Daniel kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).

Prospek PJAA di Semester II-2026

Daniel memandang prospek semester II-2026 tetap positif dengan tetap memperhatikan berbagai dinamika ekonomi dan industri yang berkembang. Dari sisi pendukung, semester II secara historis merupakan periode dengan aktivitas bisnis yang lebih tinggi, didukung oleh momentum libur sekolah, berbagai penyelenggaraan event, serta optimalisasi destinasi rekreasi dan unit usaha PJAA. 

Selain itu, perusahaan juga terus menjalankan berbagai program efisiensi dan optimalisasi portofolio bisnis untuk meningkatkan kualitas pendapatan dan profitabilitas. 

Baca Juga: Pendapatan Stagnan, Beban Membengkak Tekan Laba Ancol (PJAA) di Kuartal I 2026

Sementara itu, tantangan yang tetap menjadi perhatian antara lain kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat, pengelolaan biaya operasional, serta upaya menjaga kualitas aset dan piutang agar tetap sehat. 

"Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, perusahaan optimistis dapat menjaga kinerja operasional secara berkelanjutan serta terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ucap Daniel.

Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan penurunan laba di tengah kenaikan pendapatan menunjukkan adanya tekanan pada sisi profitabilitas. Elandry memproyeksikan penyebabnya berasal dari kenaikan beban operasional, seperti biaya tenaga kerja, utilitas, pemeliharaan wahana, hingga beban penyusutan aset. 

Selain itu, jika perusahaan masih berada dalam fase ekspansi atau melakukan penambahan atraksi baru, maka beban depresiasi dan biaya pendanaan juga dapat meningkat sehingga menekan laba bersih.

"Dengan kata lain, pertumbuhan pendapatan belum cukup besar untuk mengimbangi kenaikan biaya yang terjadi," kata Elandry kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).

Untuk semester II-2026, prospek PJAA masih relatif positif karena biasanya terdapat faktor musiman seperti periode libur sekolah, akhir tahun, serta meningkatnya aktivitas wisata domestik yang berpotensi mendorong jumlah pengunjung.

Baca Juga: RUPST Jaya Ancol (PJAA) Setujui Dividen Rp 41,6 Miliar, Syahmudrian Jadi Dirut Baru

"Jika daya beli masyarakat tetap terjaga dan perusahaan mampu meningkatkan spending per visitor melalui penjualan tiket, makanan-minuman, maupun wahana tambahan, maka margin berpeluang membaik," tambah Elandry,

Disisi lain, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Kevin Yudha Pratama melihat peluang perbaikan masih cukup terbuka karena periode ini biasanya lebih ramai, terutama saat libur sekolah dan akhir tahun.

"Cuaca yang lebih mendukung, tambahan acara-acara, serta pendapatan dari hotel, restoran, sponsorship, dan merchandise juga dapat menjadi penopang," tambah Kevin.

Namun, pemulihan laba tetap bergantung pada kemampuan PJAA dalam meningkatkan belanja per pengunjung dan menjaga biaya, karena kenaikan jumlah pengunjung belum tentu langsung mendorong laba jika masih banyak ditopang diskon atau program tiket gratis.

Berdasarkan rekomendasi saham, Kevin melihat ada potensi untuk melakukan aksi trading buy saham PJAA dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp 490 - Rp 505 per saham.

Baca Juga: Pengunjung Ancol (PJAA) Turun 14% di Kuartal I-2026, Manajemen Susun Strategi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×