kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Ini faktor pendorong harga batubara bullish dan proyeksinya


Senin, 13 Januari 2020 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Ekskavator beroperasi di terminal batu bara di Montoir-de-Bretagne dekat Saint-Nazaire, Prancis 12 Juli 2019.


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara terus melonjak didorong ekpektasi positif pasar terhadap penandatanganan kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China.

Mengutip Bloomberg, berdasarkan ICE New Coal untuk kontrak Februari 2020 Jumat lalu harga batubara tembus harga tertinggi sejak 17 September 2019. Pada perdagangan akhir pekan lalu, batubara ditutup di harga US$ 75 per ton.

Baca Juga: Insentif untuk kementerian/lembaga dengan kinerja terbaik cair semester I 2019

Analis Trades Asia Point Futures Deddy Yusuf sebut penguatan harga batubara yang terjadi beberapa hari terakhir salah satunya di dorong oleh adanya optimisme positif pasar terkait kesepakatan trade deal.

"Optimisme pelaku pasar terhadap formalisasi kesepakatan dagang antara Amerika dan China menjadi salah satu katalis positif bagi pasar batubara dan ini tercermin lewat pergerakan harga batubara 2 hari terakhir harga batubara mengalami reli cukup baik," kata Deddy yang dihubungi via jaringan seluler.

Pasalnya, China merupakan importir batubara terbesar di dunia. Dengan adanya formalisasi kesepakatan dagang antara AS-China dianggap dapat menjadi stimulus positif bagi permintaan batubara di pasar.

Baca Juga: Profil Kredit Melemah, Prospek Peringkat Gajah Tunggal Turun Jadi Negatif

Sepanjang tahun 2020 sendiri, Deddy nilai pergerakan harga batubara akan relatif stabil didorong beberapa faktor terutama terkait kesepakatan dagang antara AS-China dan AS yang dikabarkan menarik diri dari perjanjian Iklim Prancis yang mengindikasikan AS tengah menghidupkan kembali tambang batubara.

"Kalau saya melihat dan baca juga dari badan energi internasional sepertinya harga batubara sepertinya sampai 2024 nanti masih akan bergerak stabil," papar Deddy.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×