kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Imbal hasil reksadana saham diprediksi lebih 10%


Senin, 01 Februari 2016 / 18:24 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Analis optimistis, performa reksadana saham akan unggul tahun 2016, melebihi 10%. Data Infovesta Utama menunjukkan, indeks rata-rata imbal hasil reksadana saham yang tercermin pada Infovesta Equity Fund Index minus 0,15%.

Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo memproyeksikan, return reksadana saham tahun ini akan berkisar 11,34% - 14,88%. Alasannya, berbagai kebijakan pemerintah mengejar target laju ekonomi tahun 2016. “Pembangunan infrastruktur dengan tantangan realisasinya serta kebijakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” terangnya, Senin (1/2).

Investment Director PT Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana optimistis jenis reksadana saham masih bisa mencetak imbal hasil sekitar 10% - 15% sepanjang tahun 2016. Faktor pendorongnya, ada peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuan yang saat ini bertengger di level 7,25%.

Maklum, tingkat inflasi dalam negeri cukup terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, inflasi domestik sepanjang Januari 2016 mencapai 0,51%.

Amunisi tambahan juga bersumber dari peluang kenaikan rating Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P). Pada 21 Mei 2015 lalu, S&P sudah menaikkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi positive yang sekaligus mengafirmasi rating pada level BB+. Ini berarti ada peluang bagi S&P untuk menaikkan rating Indonesia dalam kurun 12 bulan.

“Prediksi IHSG akhir tahun di level 5.000 – 5.200. Tantangan yang patut dicermati tahun ini adalah fiskal yang short fall serta eksekusi rencana pembangunan infrastruktur,” paparnya.

Serupa, Senior Fund Manager PT BNI Asset Management (BNI-AM) Hanif Mantiq yakin reksadana saham tahun 2016 bisa mencapai imbal hasil 20%. Katalis positif bersumber dari domestik, yakni stabilitas rupiah dan terjaganya inflasi yang dipatok sekitar 4%.

“Produk Domestik Bruto (PDB) rebound serta pertumbuhan laba emiten di atas 15%. Masih optimistis,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×