Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Menurut Miftha, sektor perbankan besar, telekomunikasi, dan utilitas tetap layak dicermati. Ketiga sektor itu punya rekam jejak dividen stabil menjadi faktor utama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, Chory menilai perbankan big caps tetap menarik karena kinerja laba 2025 diproyeksi solid. BBRI dan BMRI disebut memiliki potensi yield lebih tinggi dibandingkan BBCA.
Dia juga menyoroti sektor batubara yang masih berstatus “raja dividen” meski harga komoditas melandai. Emiten batubara mapan kerap membukukan dividend yield di atas 8% hingga 10%.
Baca Juga: Kinerja Reksadana Januari 2026 Beragam, Ini Prospek dan Strateginya
Selain itu, saham-saham di sektor telekomunikasi turut masuk radar sebagai saham defensif. TLKM dinilai cocok dikoleksi saat volatilitas tinggi untuk mengincar dividen yang relatif stabil.
Lebih lanjut, Chory merekomendasikan strategi trading selektif pada saham tertentu. Untuk jangka pendek, HRTA direkomendasikan trading buy dengan target Rp 2.300, sementara BBRI trading buy dengan target Rp 4.000.
Selanjutnya: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates
Menarik Dibaca: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













