kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

IHSG Rebound Usai Tertekan Dalam, Saham Pembagi Dividen Mulai Diburu?


Selasa, 03 Februari 2026 / 20:37 WIB
IHSG Rebound Usai Tertekan Dalam, Saham Pembagi Dividen Mulai Diburu?
ILUSTRASI. IHSG ditutup menguat (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Menurut Miftha, sektor perbankan besar, telekomunikasi, dan utilitas tetap layak dicermati. Ketiga sektor itu punya rekam jejak dividen stabil menjadi faktor utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Chory menilai perbankan big caps tetap menarik karena kinerja laba 2025 diproyeksi solid. BBRI dan BMRI disebut memiliki potensi yield lebih tinggi dibandingkan BBCA.

Dia juga menyoroti sektor batubara yang masih berstatus “raja dividen” meski harga komoditas melandai. Emiten batubara mapan kerap membukukan dividend yield di atas 8% hingga 10%.

Baca Juga: Kinerja Reksadana Januari 2026 Beragam, Ini Prospek dan Strateginya

Selain itu, saham-saham di sektor telekomunikasi turut masuk radar sebagai saham defensif. TLKM dinilai cocok dikoleksi saat volatilitas tinggi untuk mengincar dividen yang relatif stabil.

Lebih lanjut, Chory merekomendasikan strategi trading selektif pada saham tertentu. Untuk jangka pendek, HRTA direkomendasikan trading buy dengan target Rp 2.300, sementara BBRI trading buy dengan target Rp 4.000.

Selanjutnya: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates

Menarik Dibaca: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×