Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04% ke 6.409,65 pada akhir perdagangan Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 355 saham naik, 235 saham turun dan 203 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 37,40 miliar saham, dengan total nilai Rp 16,06 triliun. Dalam sepekan, IHSG tercatat naik 2,78%.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG sepekan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian.
Dari sisi sentimen, ada beberapa hal mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini.
Baca Juga: Saham WIKA dan JSMR Berpotensi Terangkat Usai Beban KCIC Dialihkan kepada Kemenkeu
Pertama, rilis data PDB Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29% YoY yang cenderung melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, serta inflasi Juli 2026 sebesar 2,88% yang cenderung melandai.
Kedua, nilai tukar Rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan berada di kisaran level Rp 17.800. Ketiga, rilis data pekerjaan AS yang cenderung melandai serta NFP.
“Keempat, menguatnya harga komoditas dunia seperti emas akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Equity Research Analyst Alrich Paskalis Tambolang menjelaskan, sektor infrastruktur yang naik 2.17% membukukan penguatan terbesar, sedangkan sektor cyclical turun 0.69% menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Rupiah ditutup menguat 0.15% pada level Rp17.897 per dolar AS di pasar spot. Data cadangan devisa Indonesia turun pada level US$145.3 miliar di Juli 2026 dari US$145.6 miliar pada Juni 2026.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan Rupiah lebih lanjut,” ujarnya kepada Kontan, Jumat.
Sementara itu harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0.69% YoY di kuartal II 2026, sedikit meningkat dari pertumbuhan 0.62% YoY di kuartal I.
Kenaikan yang moderat tersebut didukung oleh pertumbuhan yang lebih kuat di beberapa kota.
Herditya melihat, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.385 dan resistance 6.420 pada Senin (10/8).
Untuk sentimen pekan depan, investor akan mencermati rilis data inflasi China yang diperkirakan akan relatif melandai.
Kedua, penguatan harga komoditas emas dan diperkirakan akan diikuti oleh minyak dunia terkait dengan kondisi geopolitik Timur Tengah.
“Terakhir, rilis kinerja emiten kuartal II 2026 dan juga dividen interim,” tuturnya.
Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham BULL dengan target harga Rp 494 - Rp 520 per saham, BUMI Rp 194 - Rp 210 per saham, dan MLPL Rp 108 - Rp 113 per saham.
Secara mingguan, kata Alrich, MACD IHSG membentuk Golden Cross seiring dengan histogram MACD telah berada di area positif. Namun, Stochastic RSI berada di area overbought. IHSG mendekati level MA20 weekly di sekitar level 6.488.
“Sehingga jika IHSG dapat menembus level MA20 tersebut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.500 pada pekan depan,” katanya.
Alrich menyarankan investor untuk mencermati saham TLKM dengan target harga Rp 2.900 per saham, EXCL Rp 2.700 per saham, ANTM Rp 3.400 per saham, BBRI Rp 3.300 per saham, dan TPIA Rp 2.400 per saham.
Baca Juga: PT SMF Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Senilai Rp 153 Miliar pada November 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
