kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BNBR Raup Laba Rp 503 Miliar, Bisnis Jalan Tol hingga Bus Listrik Jadi Andalan


Minggu, 14 Juni 2026 / 12:19 WIB
BNBR Raup Laba Rp 503 Miliar, Bisnis Jalan Tol hingga Bus Listrik Jadi Andalan
ILUSTRASI. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Jumat (12/6) lalu (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Jumat (12/6) lalu. Dalam RUPST ini, manajemen BNBR turut memaparkan capaian kinerja keuangan dan operasional perusahaan sepanjang tahun lalu.

BNBR mampu mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun pada tahun 2025. Meskipun pendapatan bersih ini turun sebesar 3% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya, BNBR berhasil menorehkan kenaikan laba bersih sebesar 49,6% menjadi Rp 503 miliar pada 2025. Angka ini naik sebesar Rp 167 miliar dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 336 miliar.

“Alhamdulillah, di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan pertumbuhan global serta fragmentasi perdagangan yang meningkat, perusahaan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,” terang Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (12/6/2026).

Pendapatan bersih BNBR berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,2 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 10 Triliun Saat IHSG Rebound, Cek Saham yang Banyak Dijual Sepekan

Anindya menambahkan, di tengah kondisi perekonomian terkini, BNBR optimistis mampu terus menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah perubahan global. Kemampuan beradaptasi dan daya tahan perusahaan terhadap berbagai perubahan dan gejolak ekonomi menjadi modal BNBR untuk memastikan keberlanjutan usaha.

“Ke depan, kita fokus menggarap lini infrastruktur, baik fisik maupun digital, sembari terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, mengatakan lini infrastruktur, BNBR melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 km dengan masa konsesi selama 45 tahun hingga 2061.

Volume lalu lintas (traffic) tol ini mencapai rata-rata 40.888 kendaraan per hari atau lebih tinggi hingga 3,38% dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

“Pendapatan rata-rata CCT saat ini sebesar Rp 2,3 miliar per hari, lebih tinggi hingga 4,87% dibandingkan target RKAP dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring meningkatnya proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada tahun 2026,” terang Ardi.

Di bidang infrastruktur komunikasi digital, BNBR melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) sepanjang 2025 berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 358,9 miliar atau naik 14,9% yoy dibanding tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut berasal dari kontribusi MKN terhadap program pemerintah untuk pemerataan konektivitas internet di area pedesaan, pinggiran kota, dan 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).

Baca Juga: Dolar AS Berpotensi Menguat Pekan Depan, Harga Minyak Berisiko Terkoreksi

Selain itu, MKN juga membangun jaringan kabel fiber optik sepanjang lebih dari 8.000 km dan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan total home pass lebih dari 320.000 di seluruh Indonesia.

“MKN juga turut berkontribusi dalam implementasi layanan Internet of Things (IoT) di Pulau Jawa dan Kalimantan, serta mengembangkan aplikasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning untuk mempercepat tersedianya ekonomi digital yang lebih efisien dan produktif,” ungkap Ardi.

Sepanjang 2025, BNBR melalui VKTR berhasil menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan lintas industri.

Alhasil, total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR yang telah dirampungkan sejak awal berdiri hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.

Sedangkan pada kuartal I 2026, VKTR telah menyelesaikan pengiriman sebanyak 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta.

Dengan tambahan tersebut, secara kumulatif VKTR telah memasok sebanyak 152 unit bus listrik untuk armada TransJakarta atau sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini mencapai 500 unit.

“Hingga kini, VKTR juga masih menjadi satu-satunya pemasok armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dan telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%,” terang Ardi.

Baca Juga: Emiten Sektor Rumah Sakit Dinilai Tetap Tumbuh Meski Dibayangi Sejumlah Tantangan

Di industri energi baru terbarukan (EBT), BNBR melalui anak usaha PT Bakrie Power, yakni PT Helio Synar Energi, berhasil mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, baik yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia maupun di fasilitas operasional pabrik di lingkungan Grup Bakrie.

“Helio juga berhasil mengembangkan bisnis EV charging yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari pool bus listrik, area parkir gedung bertingkat dan bandara di Jakarta, hingga lingkungan kampus di Yogyakarta serta area pabrik kertas di Sumatera,” jelas Ardi.

BNBR juga merintis usaha baru melalui PT Modula Tiga Dimensi di bidang aplikasi teknologi konstruksi pencetakan 3 dimensi (3DCP) dengan berinvestasi bersama COBOD International dari Denmark.

Ardi menyebut, Modula telah berhasil menyelesaikan konstruksi Gedung Auditorium milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) di kompleks pabrik mereka di Citeureup, Bogor. Saat ini Modula sedang menyelesaikan sebuah kompleks mes "Eco Village" di sebuah pabrik pipa baja di Lampung.

"Ini menjadi solusi alternatif dalam teknologi konstruksi bangunan dan menjadi pembuka bisnis baru di bidang ini menggunakan teknologi 3DCP yang cepat, advanced, dan ramah lingkungan,” jelas Ardi.

Lebih lanjut, sepanjang tahun 2025, unit-unit usaha BNBR telah berhasil menorehkan capaian yang menggembirakan. Di industri fabrikasi struktur baja dan manufaktur pipa baja, BMI Group mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia Operasikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen

Perolehan ini berasal dari jasa konstruksi baja, EPC, dan produsen pipa baja berdiameter 0,5 inci–48 inci. Komposisi penjualan terdiri dari produk dan jasa dengan persentase 35% bidang migas dan 65% bidang nonmigas.

Unit usaha BNBR di industri komponen otomotif, yakni PT Bakrie Autoparts (BA), mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 852,77 miliar pada tahun 2025. Perolehan ini berasal dari kegiatan pemasokan OEM untuk komponen otomotif dengan komposisi penjualan terdiri dari 87% komponen otomotif dan 13% general casting.

Manajemen BNBR menyebut, dalam RUPST perusahaan, para pemegang saham menyetujui beberapa agenda. Di antaranya adalah Laporan Tahunan yang memuat pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris atas jalannya perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan persetujuan Neraca serta Perhitungan Laba/Rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2025.

Berikutnya, RUPST membahas penentuan dan persetujuan penggunaan keuntungan yang diperoleh BNBR dari tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, penunjukan dan penentuan Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan BNBR untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026, serta persetujuan atas perubahan dan/atau penetapan kembali susunan pengurus perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×