Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I-2026.
Kinerja tersebut ditopang oleh pulihnya customer traffic pada Mei hingga Juni setelah periode Lebaran.
Baca Juga: Laba MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Melonjak 30%, Pendapatan Tembus Rp 10,12 Triliun
Mengacu pada laporan keuangan per 30 Juni 2026, MAPI mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 24,16 triliun, naik 23,36% secara tahunan (year on year/YoY). Sejalan dengan itu, laba bersih emiten ritel ini meningkat 26,49% YoY menjadi Rp 1,22 triliun.
Sementara itu, MAPA membukukan pendapatan bersih Rp 10,12 triliun, tumbuh 15,10% YoY. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 30,49% menjadi Rp 864,39 miliar.
VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group Ratih D. Gianda mengatakan, kinerja kuartal II-2026 mencerminkan kuatnya portofolio merek perseroan di tengah normalisasi permintaan konsumen setelah musim Lebaran.
Menurutnya, jumlah kunjungan pelanggan kembali meningkat sepanjang Mei dan Juni, didorong oleh rangkaian libur panjang serta musim liburan sekolah.
Baca Juga: IHSG Rebound 1,56% ke 6.186, Top Gainers LQ45: MAPI, INCO, AADI, Kamis (30/7)
"Customer traffic kembali meningkat sepanjang Mei dan Juni, didukung rangkaian libur panjang serta periode libur sekolah. Hal ini mencerminkan kekuatan portofolio MAP yang terdiversifikasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Ratih menambahkan, MAPI juga terus memperluas ekspansi regional dengan menghadirkan merek Timberland di Thailand, serta meluncurkan Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio merek.
Di sisi operasional, perseroan terus meningkatkan efisiensi melalui pengelolaan biaya, penyempurnaan proses pendukung bisnis, serta optimalisasi otomatisasi dan digitalisasi.
"Selain memperluas ekspansi, MAPI meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya, penyempurnaan proses pendukung bisnis, serta optimalisasi otomatisasi dan digitalisasi," kata Ratih.
Baca Juga: Kinerja ESSA Moncer Semester I-2026, Harga Amonia Jadi Penopang Utama
Untuk MAPA, perseroan tetap melanjutkan strategi ekspansi dengan menjaga disiplin pengelolaan persediaan, mengendalikan biaya operasional, serta meningkatkan kapabilitas penjualan multikanal (multi-channel).
Ke depan, MAP Group akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola bisnis dengan memprioritaskan pengembangan merek, kategori produk, dan peluang usaha yang dinilai memiliki prospek terbaik.
Selain itu, perseroan akan terus memperkuat kapabilitas omnichannel guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"MAP Group akan tetap berhati-hati mengelola bisnis dengan memprioritaskan merek, kategori, dan peluang yang dinilai memiliki prospek terbaik, sekaligus memperkuat kapabilitas omnichannel untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," tutup Ratih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














