kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

​Net Sell Asing Tembus Rp 80,97 Triliun, OJK Ungkap Penyebab Investor Global Keluar


Kamis, 30 Juli 2026 / 05:44 WIB
​Net Sell Asing Tembus Rp 80,97 Triliun, OJK Ungkap Penyebab Investor Global Keluar
ILUSTRASI. ?Net Sell Asing Tembus Rp 80,97 Triliun, OJK Ungkap Penyebab Investor Global Keluar


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Arus keluar dana investor asing dari pasar saham Indonesia masih berlanjut sepanjang tahun 2026 ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, aksi jual bersih (net sell) tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global dibandingkan fundamental pasar modal Indonesia. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, investor asing kembali membukukan net sell sebesar Rp 1,07 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Dalam sepekan terakhir, akumulasi net sell asing di Bursa Efek Indonesia telah mencapai Rp 4,29 triliun. 

Keluarnya dana asing melemahkan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ditutup turun 0,89% atau 55,19 poin ke level 6.130,58 pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan pasar saham domestik sejak pekan lalu.

Hingga 29 Juli 2026, nilai net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp 80,97 triliun.

Secara rinci, aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp 94,88 triliun. Sementara itu, investor asing masih mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 13,91 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Baca Juga: ​GOTO Cetak Laba Semester I 2026, Saham Masih Rp 50, Layak Dibeli?

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pergerakan aliran dana asing dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga perubahan preferensi investor terhadap aset di negara berkembang (emerging markets).

"Pergerakan aliran dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging markets. Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).

Meski demikian, OJK melihat tekanan jual investor asing mulai menunjukkan tanda-tanda mereda dalam beberapa pekan terakhir. Pada periode 13 Juli hingga 17 Juli 2026, investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 0,44 triliun.

Hasan menyebut, perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kondisi pasar saham domestik semakin stabil di tengah ketidakpastian global.

"OJK mencermati bahwa meskipun secara kumulatif sejak awal tahun investor asing masih membukukan net sell di pasar saham domestik, perkembangan pada periode terakhir menunjukkan kondisi pasar yang semakin stabil dengan tekanan jual asing yang mulai mereda. Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar," katanya.

Tonton: APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Setelah Itu Harus Mandiri

Menurut Hasan, investor domestik selama ini menjadi penopang utama likuiditas perdagangan saham ketika arus modal asing mengalami fluktuasi. Peran investor domestik dinilai semakin penting dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

Untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) juga tengah menyiapkan sejumlah reformasi struktural.

Langkah tersebut meliputi penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham guna mendukung penentuan free float, penyempurnaan metodologi asesmen Holding Securities Concentration (HSC), serta penguatan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan dan risiko konsentrasi kepemilikan melalui analisis berbasis data.

Tak hanya itu, OJK juga akan menyempurnakan berbagai ketentuan di pasar modal untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi. Regulator juga akan memperkuat komunikasi dengan investor institusi global dan penyedia indeks internasional.

Di sisi lain, peningkatan kualitas emiten juga menjadi fokus melalui penguatan tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi, serta perlindungan investor.

Hasan optimistis berbagai inisiatif reformasi tersebut akan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun global.

"Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global," ujar Hasan.

Dengan mulai meredanya tekanan jual investor asing dan berlanjutnya reformasi pasar modal, OJK berharap daya tarik investasi di pasar saham Indonesia semakin meningkat pada paruh kedua tahun ini.





Sebagian artikel telah tayang di https://money.kompas.com/read/2026/07/29/203245826/ojk-beberkan-penyebab-investor-asing-terus-jual-saham-indonesia?page=all#page2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×