Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 67,034 poin atau 0,61% ke 7.048,22 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026).
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menyarankan investor beralih ke sektor yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas dan aset aman (safe haven).
"Kenaikan harga minyak mentah (WTI sempat melonjak di atas $112 per barel) menguntungkan emiten produsen migas dan jasa penunjang energi," ujar Harry Su, Selasa (31/3).
Untuk sektor migas dan batu bara emiten yang direkomendasikan adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Baca Juga: IHSG Masih Sideways Melemah, Analis Soroti Peluang di Sektor Komoditas
Selain itu, emas menjadi aset utama saat terjadi risk off di pasar saham sehingga saham tambang yang direkomendasikan adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
Memasuki April 2026, pergerakan pasar diperkirakan masih dibayangi net sell asing serta ketidakpastian global, terutama terkait tensi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan inflasi.
Dari sisi kebijakan moneter, peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan Bank Indonesia pada April hingga kuartal II-2026 dinilai semakin terbatas. Otoritas moneter saat ini lebih fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam inflasi energi.
Harry memproyeksi support IHSG pada kuartal II-2026 jika perang berlanjut dan tekanan inflasi global akan meningkat, maka diperkirakan berada di kisaran 8.133.
Harry menyarankan agar investor ritel melakukan diversifikasi ke aset aman seperti emas atau obligasi pemerintah, dan pertimbangkan strategi buy on weakness pada saham-saham komoditas saat terjadi koreksi tajam.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Cermati Rekomendasi Saham Emiten Kendaraan Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













