kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

IHSG masih terkapar


Sabtu, 19 Mei 2018 / 09:30 WIB
IHSG masih terkapar


Reporter: Grace Olivia, Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rata-rata harga saham di Bursa Efek Indonesia masih melemah. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir merosot tajam.

Pada penutupan perdagangan Jumat (18/5), indeks saham ditutup melemah ke 5.783,31, atau melemah sekitar 0,56% dibanding posisi penutupan sehari sebelumnya. Bila dihitung selama sepekan terakhir, IHSG tercatat mengalami pelemahan 2,11%.

Padahal, pada Kamis (17/5), Bank Indonesia (BI) mengumumkan menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (BI 7-DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Kenaikan ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Meski begitu, kenaikan suku bunga acuan ini ternyata tidak memberikan dampak positif bagi indeks saham.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra menilai, dampak kenaikan BI 7-DRR tidak langsung terasa ke pergerakan indeks saham lantaran pelaku pasar masih wait and see, menunggu sejauh mana kenaikan suku bunga acuan tersebut bisa menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Jika dirasa positif, maka pasar melihat BI mengambil instrumen kebijakan yang tepat, ini akan memberikan kepercayaan di mata investor," ujar Aditya, kemarin.

Sayangnya, nilai tukar rupiah juga masih melemah di perdagangan akhir pekan ini. Nilai tukar rupiah di pasar spot pada penutupan perdagangan di Indonesia kemarin bertengger di Rp 14.156 per dollar AS. Dengan demikian, nilai tukar rupiah kini sudah mulai bergerak di atas level psikologis Rp 14.100 per dollar AS.

Khrisna Setiawan, Head of LOTS Services Lotus Andalan Sekuritas memprediksi IHSG masih bakal bergerak bearish di perdagangan awal pekan depan. Menurut perhitungan Khrisna, support IHSG saat ini berada di 5.734, dengan resistance di 5.840.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×