kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

IHSG Berpotensi Fluktuatif pada Akhir Mei, Sentimen Fundamental Lebih Dominan


Jumat, 29 Mei 2026 / 13:08 WIB
IHSG Berpotensi Fluktuatif pada Akhir Mei, Sentimen Fundamental Lebih Dominan
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir perdagangan Mei 2026 diperkirakan masih akan dibayangi volatilitas, di tengah berbagai sentimen domestik dan global.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston menilai, isu rebalancing indeks MSCI pada awal Juni tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

“Saat ini saya tidak terlalu melihat permasalahan MSCI ini memiliki pengaruh signifikan pada pergerakan IHSG karena sudah didiskon oleh pelaku pasar,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Makin Loyo, Rupiah Spot Melemah 0,21% ke Rp 17.884 per Dolar AS Jumat (29/5) Siang

Menurut Irwan, pergerakan pasar saham saat ini lebih dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi domestik, khususnya terkait kepercayaan investor.

“Pergerakan harga saham lebih dipengaruhi kondisi dan prospek fundamental ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi di tengah kondisi mata uang negara lain yang relatif stabil sebagai salah satu indikator menurunnya kepercayaan pasar.

“Hal ini bisa kita lihat dengan terusnya melemah kurs rupiah terhadap dolar AS di saat mata uang negara lain cenderung menguat ataupun netral,” katanya.

Irwan menekankan bahwa kepercayaan merupakan faktor utama dalam investasi, baik dari pelaku pasar maupun masyarakat luas.

“Di dalam dunia investasi maupun ekonomi dan politik, kepercayaan pasar maupun masyarakat adalah hal utama dan pertama yang harus dimiliki penyelenggara negara,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa kepercayaan yang solid, berbagai instrumen investasi termasuk saham menjadi kurang menarik karena meningkatnya risiko.

“Tanpa kepercayaan yang solid, saham apa pun saat ini menjadi tidak menarik lagi karena risiko meningkat,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko yang diperhitungkan investor tidak hanya terbatas pada faktor ekonomi, tetapi juga mencakup risiko nilai tukar, keamanan, kepastian hukum, hingga stabilitas politik.

Lebih lanjut, Irwan menilai pelaku pasar kini semakin kritis dalam menilai kebijakan dan janji pemerintah, seiring dengan perkembangan data ekonomi dan fakta di lapangan.

“Pelaku pasar akan menilai apakah ucapan dan janji tersebut dilanjutkan dengan tindakan perbaikan atau tidaknya,” ujarnya.

Dalam kondisi ini, ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, termasuk pada pekan depan, seiring belum pulihnya kepercayaan pasar.

Terkait strategi investasi, Irwan menyarankan investor untuk lebih berhati-hati, khususnya bagi investor pemula.

“Untuk yang masih baru, sebaiknya wait and see dulu saja, menunggu sampai ada perubahan nyata,” katanya.

Sementara bagi investor yang sudah memiliki portofolio saham, ia menyarankan untuk memastikan kualitas fundamental emiten yang dimiliki.

“Pastikan saham yang dimiliki memiliki fundamental yang kuat, walaupun risiko penurunan tetap ada,” tambahnya.

Ia juga membuka opsi bagi investor untuk melakukan penyesuaian portofolio sesuai dengan profil risiko masing-masing.

“Tindakan yang bisa dilakukan bisa dengan mengurangi jumlah kepemilikan, atau tetap hold sambil berharap terjadinya perbaikan dalam 2-3 bulan ke depan,” tutupnya.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1%: Waspada Penurunan Mingguan Tercuram Sejak April!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×