kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.159   15,00   0,09%
  • IDX 7.694   18,30   0,24%
  • KOMPAS100 1.066   2,99   0,28%
  • LQ45 766   1,57   0,21%
  • ISSI 280   2,50   0,90%
  • IDX30 407   1,36   0,34%
  • IDXHIDIV20 493   1,35   0,28%
  • IDX80 119   0,30   0,26%
  • IDXV30 139   2,06   1,51%
  • IDXQ30 130   0,16   0,12%

IHSG Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham dari Traderindo.com Rabu (15/4)


Rabu, 15 April 2026 / 09:31 WIB
IHSG Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham dari Traderindo.com Rabu (15/4)
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jakarta (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar keuangan domestik kembali menunjukkan anomali. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, sementara nilai tukar rupiah justru melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13% ke level Rp 17.127 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/4/2026).

Di saat yang sama, IHSG justru menguat signifikan sebesar 175,76 poin atau 2,34% ke level 7.675,95.

Baca Juga: Ikuti Bursa Asia, IHSG Ngebut ke 7.700 di Awal Perdagangan Rabu (15/4/2026)

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menilai, perbedaan arah ini mencerminkan karakter dasar yang berbeda antara pasar saham dan pasar valuta asing.

Menurutnya, penguatan IHSG lebih banyak didorong oleh ekspektasi dan sentimen. Penurunan harga minyak dunia, misalnya, dinilai mampu mengurangi beban biaya emiten sehingga berpotensi meningkatkan margin keuntungan.

"Sebaliknya, rupiah bukan sekadar soal harapan, melainkan soal suplai dan permintaan dolar yang nyata," ujar Wahyu kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, meskipun harga minyak turun, kebutuhan dolar di dalam negeri tetap tinggi.

Permintaan tersebut berasal dari kewajiban pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen kepada investor asing yang umumnya meningkat pada kuartal II serta kebutuhan impor.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat Tipis 0,02% ke Rp 17.123 per Dolar AS pada Rabu (15/4) Pagi

Kondisi ini membuat permintaan struktural terhadap dolar AS tetap kuat dan menahan penguatan rupiah, meski sentimen global cenderung membaik.

Wahyu juga menyoroti perbedaan dominasi pelaku pasar. Di pasar saham, investor domestik kini memiliki peran yang semakin besar dalam menopang pergerakan IHSG.

Namun, di pasar valuta asing dan obligasi, pengaruh investor global masih sangat dominan.

Selain itu, pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) serta dinamika inflasi global.

Selama suku bunga global masih tinggi, dana asing cenderung bertahan di aset berbasis dolar AS.

"Sentimen positif dari penurunan harga minyak tidak cukup kuat menarik minat asing kembali ke rupiah jika selisih imbal hasil dianggap tidak sebanding dengan risikonya," jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 30.000 Menjadi Rp 2.893.000 Per Gram, Rabu (15/4)

Di sisi lain, status Indonesia sebagai net importir minyak juga menjadi tantangan tersendiri. Penurunan harga minyak tidak selalu berdampak positif karena kerap diikuti pelemahan harga komoditas ekspor.

Rupiah juga memiliki karakter sticky down, yakni cenderung lebih cepat melemah dibandingkan menguat.

Faktor psikologis pasar serta keterbatasan pasokan devisa domestik turut memperkuat kondisi tersebut.

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia (BI) lebih mengedepankan stabilitas nilai tukar dibandingkan mendorong penguatan agresif.

Intervensi dilakukan untuk meredam volatilitas, sehingga respons rupiah terhadap sentimen positif menjadi relatif terbatas.

Berbeda dengan IHSG yang lebih responsif terhadap perubahan ekspektasi pasar. Dengan kata lain, IHSG mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis, sementara rupiah merefleksikan keseimbangan arus dana.

Tanpa adanya aliran dana masuk yang konsisten, penguatan rupiah diperkirakan akan tetap terbatas.

Baca Juga: Hari Ini (15/4) Cum Date Dividen Tunai Saham CNMA & BNLI, Yield 6%

Ke depan, Wahyu memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (15/4), dengan kisaran pergerakan di level 7.600 hingga 7.840.

Namun, ia mengingatkan investor untuk mencermati area support di rentang 7.587–7.639 sebagai antisipasi jika terjadi aksi ambil untung (profit taking).

Untuk strategi, Wahyu merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.500–Rp 11.500, BBNI di kisaran Rp 3.850–Rp 3.950, serta BMRI dengan target Rp 7.200–Rp 8.800.

Selain itu, ia juga menyarankan buy on weakness pada saham HRTA dengan target Rp 2.760–Rp 2.900, serta trading buy pada AMAG dengan target Rp 2.500–Rp 2.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×