kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.003   40,00   0,22%
  • IDX 5.761   65,50   1,15%
  • KOMPAS100 747   12,04   1,64%
  • LQ45 566   8,94   1,61%
  • ISSI 200   1,69   0,85%
  • IDX30 321   4,94   1,56%
  • IDXHIDIV20 394   5,63   1,45%
  • IDX80 85   1,32   1,58%
  • IDXV30 107   1,08   1,02%
  • IDXQ30 103   1,41   1,39%

IHSG diprediksi lanjut terkoreksi pada Selasa (16/3)


Senin, 15 Maret 2021 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,53% ke level 6.324,26 pada perdagangan Senin (15/3).


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,53% ke level 6.324,26 pada perdagangan Senin (15/3). Penurunan ini didorong indeks industri dasar yang minus 1,25% dan indeks infrastruktur yang terkoreksi 1,05%.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, penurunan IHSG seiring dengan pelemahan yang terjadi di bursa Asia. Neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus US$ 2 miliar di Februari 2021 juga belum mampu menahan penurunan IHSG.

Untuk Selasa (16/3), Dennies memprediksi IHSG akan kembali melemah dengan support di kisaran 6.303-6.282 dan resistance di 6.366-6.408. Secara teknikal, formasi candlestick membentuk dark cloud cover serta indikator Stochastic bergerak menyempit menunjukkan potensi pembalikan arah dan melanjutkan pelemahan.

"Dari segi fundamental, investor akan mencermati pergerakan yield obligasi Amerika Serikat serta pelaksanaan dari stimulus jelang penetapan suku bunga beberapa hari ke depan," ucap Dennies, Senin (15/3).

Baca Juga: IHSG turun, asing banyak menadah saham-saham ini pada perdagangan Senin (15/3)

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memprediksi, IHSG akan kembali turun ke kisaran 6.275-6.300. Support IHSG diperkirakan berada di level 6.180 dengan resistance di 6.380.

Menurut Valdy, investor akan bersikap wait and see jelang pengumuman hasil FOMC Meeting dan pidato Kepala The Fed Jerome Powell pada Kamis (18/3) dini hari WIB. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,25% dalam FOMC tersebut.

"Sikap wait and see ini berpotensi memicu fluktuasi nilai tukar rupiah jelang pengumuman FOMC," kata Valdy. Neraca perdagangan yang surplus US$ 2 miliar juga masih akan menjadi sentimen perdagangan esok hari.

Mempertimbangkan sentimen-sentimen tersebut, Valdy menyarankan, pelaku pasar mencermati saham-saham manufaktur, seperti SMGR, UNVR, ICBP, INDF dan KRAS di perdagangan Selasa (16/3). Saham lain yang dapat diperhatikan, antara lain adalah ADRO, BBNI, INCO, BMRI dan LSIP.

Selanjutnya: IHSG melemah ke 6.324 pada Senin (15/3), net sell asing mencapai Rp 160 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×