CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.553   24,00   0,14%
  • IDX 6.664   -13,89   -0,21%
  • KOMPAS100 876   -0,45   -0,05%
  • LQ45 663   -1,37   -0,21%
  • ISSI 234   -0,34   -0,15%
  • IDX30 368   -1,00   -0,27%
  • IDXHIDIV20 457   -0,36   -0,08%
  • IDX80 100   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 127   0,20   0,16%
  • IDXQ30 118   -0,38   -0,32%

IHSG Dibuka Rebound Kamis (10/9), Bursa Asia Memerah dan Minyak di Atas US$ 100


Kamis, 10 September 2026 / 09:27 WIB
Diperbarui Kamis, 10 September 2026 / 09:29 WIB
IHSG Dibuka Rebound Kamis (10/9), Bursa Asia Memerah dan Minyak di Atas US$ 100
ILUSTRASI. IHSG Bertahan Di Zona Hijau (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (10/9/2026), meski bursa saham Asia mayoritas berada di zona merah.

Investor mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak Brent bertahan di atas US$ 100 per barel.

Mengutip data RTI, hingga pukul 09.14 WIB, IHSG naik 0,18% atau 12,061 poin ke level 6.690,262. Sebanyak 276 saham menguat, 206 saham melemah, sedangkan 234 saham stagnan.

Baca Juga: Bursa Asia Ambruk Kamis (10/9), Harga Minyak Tembus US$ 100 Jadi Biang Kerok

Total volume perdagangan mencapai 6,1 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,6 triliun.

Sebanyak delapan indeks sektoral menopang pergerakan IHSG pagi ini. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah IDX Technology yang menguat 1,30%, IDX Energy naik 1,03%, dan IDX Basic Materials tumbuh 0,59%.

Dari jajaran saham LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top gainer dengan kenaikan 6,91% ke Rp 1.005 per saham.

Selanjutnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 2,61% ke Rp 12.775 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,19% ke Rp 3.270.

Sementara itu, tiga saham LQ45 yang mencatat penurunan terbesar adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), turun 1,49% ke Rp 990; PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), melemah 0,91% ke Rp 545; serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), turun 0,72% ke Rp 690.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Naik Tipis ke Rp 17.510 Per Dolar AS Hari Ini (10/9), Asia Bervariasi

Bursa Asia Tertekan

Pergerakan IHSG berlangsung ketika bursa saham Asia mengalami tekanan. Investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko setelah harga minyak Brent bertahan di atas US$ 100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang turun 1%. Indeks Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Selatan juga masing-masing melemah lebih dari 1%.

Harga minyak Brent berjangka naik tipis menjadi sekitar US$ 101,4 per barel dalam perdagangan awal Kamis. Brent sebelumnya menembus level psikologis US$ 100 untuk pertama kalinya sejak Juli 2026.

Baca Juga: Mirae Asset Rambah Wealth Management, Perkuat Layanan Digital dan Advisory

Lonjakan harga minyak terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat terlibat dalam gelombang serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah. Konflik yang semakin meluas meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.

“Brent yang menembus level US$ 100 akan dilihat banyak pelaku pasar sebagai peristiwa penting dalam situasi saat ini,” ujar Nick Twidale, Chief Market Strategist ATFX Global.

Menurut dia, imbal hasil obligasi global berpotensi kembali meningkat ketika pasar mulai menyesuaikan diri dengan kemungkinan inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Kekhawatiran tersebut juga tercermin di pasar obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di 4,8406%, setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 2023.

Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan program pembelian kembali obligasi jangka panjang senilai US$ 6 miliar.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (10/9): Naik Rp 15.000 Jadi Rp 2.625.000 Per Gram

Namun, langkah tersebut mengecewakan sebagian investor yang mengharapkan program buyback dengan nilai lebih besar.

Kombinasi kenaikan harga minyak dan tingginya imbal hasil obligasi membuat tekanan terhadap aset berisiko semakin besar.

“Pasar menghadapi kombinasi tekanan pada September, yang secara historis bukan merupakan bulan terbaik bagi pasar saham,” kata Vasu Menon, Managing Director Investment Strategy di OCBC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×