Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Di tengah dinamika pasar modal yang semakin selektif serta tantangan kondisi ekonomi global yang fluktuatif, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) mengambil langkah strategis dengan mematangkan transformasi bisnis wealth management. Perubahan esensial ini guna menjawab pergeseran tren investasi dan kompleksitas kebutuhan nasabah di Indonesia.
Keputusan masuk ke segmen wealth management dinilai sangat relevan. Terlebih, literasi dan digitalisasi memicu kesadaran investasi yang lebih komprehensif, di mana generasi saat ini mulai menyadari pentingnya produk investasi yang melampaui sekadar return.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, memaparkan bahwa lompatan menuju wealth management adalah jawaban atas situasi demografi dan ekonomi yang terus berkembang. Model bisnis perantara pedagang efek tradisional (traditional brokerage) yang berfokus pada satu instrumen seperti saham dinilai tak lagi cukup untuk mengakomodasi kelas konsumen affluent baru yang terus tumbuh.
"Karena saham belum tentu cocok untuk segala situasi, kondisi market, dan risk profile nasabah. Nasabah juga tidak harus selalu berfokus pada mengakselerasi pertumbuhan aset, namun harus juga memperhitungkan pengelolaan risiko," ucap Tomi dalam wawancara eksklusif bersama Kontan di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.
Mengutip data McKinsey & Co, kelas konsumen Indonesia diproyeksikan melonjak tiga kali lipat dari 45 juta menjadi 135 juta orang pada periode 2010-2030, di mana terdapat lebih dari 5 juta orang per tahun yang naik kelas. Sementara itu, Knight Frank Wealth Report 2026 memperkirakan jumlah Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWI) di Tanah Air akan melesat 82% menjadi 6.966 orang pada 2031 mendatang.
Sejalan dengan hal tersebut, riset CORE Indonesia memproyeksikan total potensi AUA wealth management akan tumbuh 81,7% dari Rp1.400 triliun pada 2026 menjadi Rp2.500 triliun pada 2031.
Tomi memaparkan, pergeseran strategi bisnis Mirae Asset difokuskan pada peningkatan pelayanan secara fundamental, yakni dari model product-centric (berpusat pada produk) menjadi client-centric (berpusat pada nasabah). Pendekatan ini menempatkan kebutuhan nasabah sebagai prioritas utama melalui penyediaan strategi investasi.
"Sekarang kalau berbicara client-centric, hal paling pertama yang harus dibangun pada saat pendekatan adalah penyesuaian kebutuhan nasabah. Mirae Asset bisa pelajari dulu risk profile nasabah dan tujuan investasinya," ujar Tomi.
Peluang Jaringan Global dan Ekosistem Digital
Langkah ekspansi besar ini didukung penuh oleh infrastruktur serta rekam jejak Mirae Asset di Indonesia. Di samping dukungan distribusi berskala nasional yang menjangkau 24 Office Education 49 kantor cabang di berbagai wilayah strategis Indonesia, perusahaan juga bersandar pada kekuatan ekosistem dan koneksi globalnya dengan jaringan internasional di 47 negara.
Berdasarkan data, sebanyak 31% rata-rata kekayaan investor High-Net-Worth (HNW) Indonesia saat ini ditempatkan di portofolio luar negeri. Untuk itu, Tomi menegaskan Mirae Asset siap mempertahankan hal tersebut dengan menyajikan ragam pilihan investasi global secara langsung. Melalui jaringan globalnya, nasabah wealth management Mirae akan mendapatkan akses ke lini produk Global X, yang menawarkan sebanyak 769 instrumen Exchange Traded Fund (ETF) dengan total AUA ekosistem menembus USD275 miliar.
Secara teknologi, Mirae Asset memfasilitasi nasabah dalam melakukan konsolidasi portofolio melalui aplikasi M-STOCK. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk mengelola serta memantau seluruh instrumen investasi mereka mulai dari saham, reksa dana, hingga instrumen obligasi secara terpusat di dalam satu antarmuka.
Berdasarkan fondasi ini, bisnis wealth management Mirae Asset akan dikokohkan melalui kombinasi keunggulan teknologi digital onboarding dan advisory, layanan prioritas untuk memantau portofolio klien, akses lintas instrumen investasi dari saham hingga structured products, serta jangkauan global maupun ketersediaan jaringan di Indonesia.
Dengan ragam layanan tersebut, Tomi optimistis Mirae Asset mampu menghadirkan keunggulan pengelolaan kekayaan yang maksimal. Layanan wealth management Mirae Asset tidak melulu mengejar imbal hasil, melainkan berfokus dalam menjaga ketahanan aset nasabah agar terhindar dari penyusutan nilai di saat pasar sedang bergejolak
"Karena Mirae Asset hadir tidak hanya memikirkan return yang tinggi. Tapi bagaimana kita bantu nasabah supaya aset mereka tidak tergerus. Makanya dengan produk yang kita tawarkan ini, dengan ramuan yang pas, dengan advisory yang memang bisa diterima, satu tujuan return kita capai," pungkas Tomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














