Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,30% ke level 6.236,13 pada perdagangan Jumat (31/7/2026), didorong kombinasi sentimen global dan domestik.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengungkapkan, penguatan ini ditopang oleh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
“Dari domestik, musim rilis kinerja Semester I-2026 yang relatif solid, khususnya sektor perbankan dan komoditas, turut menjadi katalis positif,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Prediksi IHSG Senin (3/8): Berpeluang Uji Level 6.300, Asing Masih Lakukan Net Sell
Namun demikian, penguatan IHSG masih dibatasi oleh sejumlah sentimen, seperti pelemahan rupiah, ketidakpastian kepemimpinan Bank Indonesia, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak.
Untuk perdagangan Senin (3/8/2026), Reza memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan.
“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support di 6.180-6.200 dan resistance di 6.300-6.380,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara historis bulan Agustus memiliki probabilitas penguatan yang cukup tinggi, sehingga faktor musiman menjadi salah satu sentimen pendukung pasar.
Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, seperti PMI manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia, cadangan devisa, hingga data tenaga kerja Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls).
Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG pada pekan depan masih berpeluang menguat, meski cenderung terbatas.
“Kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.966 dan resistance di 6.377,” katanya.
Menurut Herditya, sentimen pasar akan dipengaruhi oleh rilis sejumlah data makro, baik dari dalam negeri maupun global.
Ia merinci, dari domestik investor akan mencermati data neraca dagang, inflasi, dan cadangan devisa. Sementara dari eksternal, pasar akan memperhatikan data ekonomi China serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati independensi dan kesinambungan kebijakan moneter Bank Indonesia, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Bisnis Bus Listrik Melaju, Pendapatan VKTR Naik 56% Jadi Rp 647 Miliar
Untuk strategi perdagangan, Reza merekomendasikan saham BRPT, MLPL, dan BBRI. Sementara Herditya menyarankan investor mencermati BRMS di kisaran Rp595-Rp605, ENRG Rp1.455-Rp1.610, serta MBMA Rp540-Rp580 per saham.
Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan tetap mencermati dinamika global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
