kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

IHSG Melemah Tipis, Analis Proyeksikan Peluang Rebound Terbatas Selasa (28/7)


Senin, 27 Juli 2026 / 18:53 WIB
IHSG Melemah Tipis, Analis Proyeksikan Peluang Rebound Terbatas Selasa (28/7)
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (27/7/2026) di zona merah setelah bergerak konsolidatif sepanjang sesi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (27/7/2026) di zona merah setelah bergerak konsolidatif sepanjang sesi. Tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi harga komoditas menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan indeks.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,78. Meski terkoreksi, pelemahan indeks relatif terbatas di tengah pelaku pasar yang masih menanti sejumlah sentimen penting dari dalam maupun luar negeri.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini lebih didominasi aksi konsolidasi.

“IHSG cenderung bergerak konsolidasi selama seharian ini dan ditutup melemah tipis 0,17%,” ujar Herditya kepada Kontan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Pasar Saham Dinilai Belum Volatil Pasca Mundurnya Perry Warjiyo

Menurut Herditya, tekanan terhadap IHSG berasal dari penurunan harga minyak yang cukup signifikan sehingga membebani saham-saham berbasis komoditas. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp18.020 per dolar AS turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham domestik.

Meski demikian, ia melihat peluang penguatan terbatas pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

“Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 6.161 dan resistance di 6.213,” katanya.

Herditya menambahkan, investor diperkirakan masih akan mencermati sejumlah katalis utama, mulai dari rilis laporan keuangan emiten, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berpotensi memengaruhi arah pasar global.

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pergerakan IHSG masih dibayangi kombinasi sentimen domestik dan global.

“Dari sisi domestik, sentimen terbesar berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang memicu kekhawatiran mengenai arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral,” jelasnya.

Menurut Nafan, kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan mendorong investor asing mengurangi eksposur pada aset-aset domestik.

“Di sisi lain, investor juga masih mencermati musim laporan keuangan semester I-2026 untuk menilai apakah kinerja emiten mampu menopang valuasi pasar,” lanjut Nafan.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Simak Proyeksinya Selasa (28/7)

Selain faktor domestik, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi terhadap keputusan suku bunga The Fed dinilai masih menjadi salah satu pemicu utama volatilitas di pasar keuangan global.

“Ekspektasi pasar terhadap proyeksi kelanjutan pemangkasan atau penahanan suku bunga acuan oleh The Fed memicu volatilitas pada yield US Treasury dan memengaruhi sentimen investor global terhadap pasar negara berkembang,” imbuhnya.

Untuk perdagangan Selasa (28/7/2026), Nafan memproyeksikan IHSG bergerak pada area support di level 6.137 dan 6.012, dengan resistance berada di level 6.261 hingga 6.416.

Adapun dari sisi strategi investasi, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati pelaku pasar, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) pada kisaran harga Rp2.760-Rp2.890 per saham, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di rentang Rp1.055-Rp1.110 per saham, serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) pada kisaran Rp2.080-Rp2.270 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×