kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

IHSG Anjlok 3,5%, Meski MSCI Pertahankan Status Indonesia di Emerging Market


Rabu, 24 Juni 2026 / 19:48 WIB
IHSG Anjlok 3,5%, Meski MSCI Pertahankan Status Indonesia di Emerging Market
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 3,56% atau terpangkas 217,45 poin ke level 5.883,88 pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi meskipun MSCI mempertahankan peringkat Indonesia di emerging market.

Asal tahu saja, hasil Market Classification Review 2026 MSCI yang diumumkan pada Rabu (24/6) pagi menegaskan bahwa Pasar Modal Indonesia tetap berada pada klasifikasi Emerging Market.

Head of Research NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama melihat hasil tinjauan MSCI itu bersifat netral, karena tidak ada reklasifikasi pasar saham Tanah Air ke Frontier Market. Namun, hasil ini hanya menunjukkan penundaan risiko penurunan peringkat dibandingkan penyelesaian masalah struktural. 

MSCI juga masih menekan isu-isu terkait likuiditas “buatan” dan potensi praktik manipulasi harga saham. Hal itu pun tengah diatasi otoritas melalui reformasi pasar modal yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Kinerja Saham Grup MIND ID Bervariasi, Simak Rekomendasinya

“Namun, langkah itu memperpanjang ketidakpastian, meskipun masih tetap memberikan bantuan jangka pendek,” ujarnya dalam riset yang diterima Kontan, Rabu (24/6/2026).

Meskipun regulator pasar modal (OJK, BEI, dan KSEI) telah membuat kemajuan, MSCI masih menyoroti kekhawatiran tentang kualitas free float, transparansi pemegang saham, dan potensi perdagangan terkoordinasi, terutama di implementasi dan penegakan hukum. 

Dengan demikian, Indonesia tetap berada di bawah pengawasan ketat menjelang tinjauan November 2026. Fokusnya kini pada efektivitas reformasi seperti kerangka kerja high shareholding concentration (HSC), peningkatan transparasi, dan penyesuaian free float. 

“Risiko penurunan peringkat memang lebih terkendali dan perdagangan diperketat, tetapi kekhawatiran struktural dan ketidakpastian tetap ada sampai kemajuan nyata tampak,” tuturnya.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia bilang, review MSCI memang menunjukkan bahwa bursa Indonesia terhindar dari skenario terburuk yaitu penurunan ke Frontier Market.

Namun, masih ada permasalahan terkait arus informasi, transparansi struktur kepemilikan, serta praktik perdagangan terkoordinasi

“Selain pandangan negatif dari review MSCI, penurunan IHSG hari ini juga disebabkan masih kurang perkembangan positif dari dalam negeri yang signifikan,” katanya kepada Kontan, Rabu (24/6/2026).

Dengan sentimen terbaru, Rully mengaku pihaknya masih menentukan ulang target terbaru IHSG di tahun 2026. “Sementara, sektor unggulan masih tetap poultry, telco, dan precious metal,” tuturnya.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Kinerja High Single Digit di 2026, Simak Strategi MAPI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×