kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jelang Putusan MSCI, Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market Masih Terbuka


Selasa, 23 Juni 2026 / 18:29 WIB
Jelang Putusan MSCI, Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market Masih Terbuka
ILUSTRASI. IHSG Bertahan Di Zona Hijau (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar tengah menunggu pengumuman resmi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait hasil Tinjauan Klasifikasi Pasar pada 24 Juni 2026 pukul 4:00 WIB. 

Di tengah pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,25% ke level 6.101,33 pada Selasa (23/6/2026)

MSCI menilai status suatu pasar berdasarkan tiga kriteria utama. Yakni, tingkat perkembangan ekonomi (economic development), ukuran dan likuiditas pasar (size and liquidity) dan terakhir aksesibilitas pasar (market accessibility). 

Equity Research Associate Mirae Asset Sekuritas Wilbert Arifin menyebut, kekhawatiran Indonesia akan diturunkan menjadi Frontier Market masih berlebihan. Menurutnya, Indonesia masih memenuhi berbagai persyaratan utama untuk mempertahankan status sebagai Emerging Market. 

Baca Juga: Menakar Prospek RANS Entertainment yang Bakal IPO pada Awal Juli 2026

"Kami tidak melihat adanya jalur yang kredibel bagi Indonesia untuk diturunkan menjadi Frontier Market, mengingat berbagai perbaikan yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir," tulisnya dalam riset yang dirilis pada Jumat (19/6/2026).

MSCI sebelumnya menyoroti aspek aksesibilitas pasar Indonesia, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan terkoordinasi yang dinilai memengaruhi proses pembentukan harga saham.

"Kami memperkirakan tinjauan klasifikasi MSCI akan mengonfirmasi Indonesia tetap berstatus Emerging Market," katanya.

Apabila terjadi, salah satu sumber ketidakpastian yang membayangi pasar saham Indonesia akan berkurang. Ini berpotensi membuka ruang bagi pemulihan sentimen dan mendorong minat investor terhadap pasar saham domestik.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan Indonesia masih layak mempertahankan status Emerging Market. Namun, pasar tetap perlu mencermati sejumlah catatan yang menjadi perhatian MSCI.

“Indonesia masih relatif layak bertahan di Emerging Market, tetapi dengan warning serius. Risiko downgrade ke Frontier Market ada, namun probabilitasnya belum menjadi base case," ujarnya kepada Kontan, Senin (23/6/2026).

Audi menyebut persoalan utama yang dihadapi pasar modal Indonesia saat ini bukan terletak pada ukuran pasar, likuiditas, akses investor asing, maupun infrastruktur perdagangan. Sebaliknya, perhatian MSCI lebih banyak tertuju pada aspek transparansi dan kualitas pasar.

Baca Juga: RANS Entertainment Siap IPO, Tawarkan 20% Saham dengan Target Dana Rp429 Miliar

Menurutnya isu seperti transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, struktur kepemilikan, arus informasi, serta mekanisme pembentukan harga yang sehat masih menjadi pekerjaan rumah bagi pasar modal Indonesia.

Dari sisi aksesibilitas pasar, Audi menilai posisi Indonesia masih cukup kuat dibandingkan banyak negara Emerging Market lainnya. Dalam Market Accessibility Review 2026, Indonesia memperoleh penilaian 10 indikator "++", enam indikator "+", dan hanya dua indikator "-".

"Indonesia juga masih unggul dibanding banyak negara Emerging Market dalam aspek akses investor asing dan memiliki gap yang cukup lebar dibanding Vietnam yang masih berstatus Frontier Market," kata Audi.

Dia memproyeksikan apabila Indonesia tetap mempertahankan status Emerging Market, pasar saham domestik berpeluang mendapatkan sentimen positif dan dapat memicu technical rebound terutama pada saham big caps. 

Dari sisi strategi investasi, Audi menyarankan investor lebih selektif dalam memilih saham. Menurut dia, investor sebaiknya menghindari saham dengan free float rendah, volatilitas tinggi, serta pergerakan harga yang tidak didukung fundamental.

"Sebaliknya, investor dapat mencermati saham-saham berkapitalisasi besar, likuid, memiliki fundamental kuat, ramah terhadap investor asing, serta menawarkan dividend yield yang menarik,” ucapnya. 

Apabila Indonesia tetap berstatus Emerging Market, Audi melihat peluang akumulasi bertahap pada saham-saham perbankan besar, telekomunikasi, konsumer defensif, dan emiten berkapitalisasi besar dengan tata kelola yang baik.

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menambahkan keputusan positif dari MSCI berpotensi memperbaiki sentimen pasar dan mengurangi tekanan jual yang selama ini membayangi IHSG.

Namun, kata Hendra, tantangan utama Indonesia saat ini bukan hanya mempertahankan status Emerging Market, tetapi juga mengembalikan kepercayaan investor asing yang masih melakukan aksi jual.

Baca Juga: Dipengaruhi Sentimen MSCI Review, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (24/6)

“MSCI berpotensi memperbaiki sentimen pasar dan mengurangi tekanan jual yang selama ini membayangi IHSG, tetapi arah pasar selanjutnya tetap akan ditentukan oleh stabilitas fiskal, nilai tukar rupiah, suku bunga global hingga emiten,” ucapya. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp 68,67 triliun sejak awal tahun 2026 sampai dengan Selasa (23/6). Ini setara dengan US$ 3,89 miliar. 

Hendra mengatakan beberapa negara Emerging Market seperti India masih mampu menarik dana asing berkat reformasi struktural yang konsisten, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan prospek laba perusahaan yang menarik.

"Persoalan Indonesia saat ini bukan semata-mata soal status MSCI, melainkan juga persaingan memperebutkan dana global yang semakin ketat di tengah tingginya suku bunga dunia dan ketidakpastian geopolitik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×