Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan pasar saham Indonesia cenderung berfluktuasi pada perdagangan Jumat (19/6/2026) setelah investor mencermati hasil tinjauan terbaru dari penyedia indeks global MSCI terkait tingkat kelayakan investasi (investability) pasar Indonesia.
Melansir Reuters pada perdagangan pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak naik dan turun sebelum akhirnya terkoreksi sekitar 0,5%.
Baca Juga: Pelemahan Berlanjut, Kebijakan AS Pemicu Utama Tekanan pada Yen Jepang (JPY)
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada keputusan MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada Selasa pekan depan terkait status Indonesia dalam klasifikasi pasar global.
MSCI pada Kamis (18/6) menurunkan penilaian untuk kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif.
Penilaian tersebut mencerminkan kekhawatiran terkait transparansi data kepemilikan saham dan aktivitas pasar yang dinilai masih kurang terbuka.
Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah MSCI tersebut belum menjadi sinyal pasti bahwa Indonesia akan mengalami penurunan status dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market).
Baca Juga: MSCI Turunkan Peringkat Arus Informasi Indonesia, Kiwoom Sekuritas Soroti Hal Ini
Fokus investor kini tertuju pada keputusan MSCI pada Selasa mendatang. Jika MSCI memutuskan menurunkan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, langkah tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing (capital outflow) dalam jumlah besar dari pasar keuangan domestik.
Sejumlah analis memperkirakan potensi dana yang keluar dari pasar Indonesia dapat mencapai hingga US$ 13 miliar apabila penurunan status tersebut benar-benar terjadi.
Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku pasar akan terus mencermati berbagai perkembangan terkait evaluasi MSCI, mengingat status emerging market memiliki peran penting dalam menarik aliran investasi asing ke pasar saham Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













