kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Investor Asing Tambah Kepemilikan Saham JGLE, Begini Kinerjanya di Semester I-2026


Senin, 10 Agustus 2026 / 20:23 WIB
Investor Asing Tambah Kepemilikan Saham JGLE, Begini Kinerjanya di Semester I-2026
ILUSTRASI. Pembukaan Kembali Wahana Permainan Jungleland (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepemilikan saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) oleh pemodal asing meningkat sepanjang Juli 2026. Jumlah saham yang berada di tangan investor asing bertambah sekitar 63,84 juta saham dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan bulanan dalam keterbukaan informasi di BEI untuk periode yang berakhir 31 Juli 2026 pada Senin (10/8/2026), kepemilikan pemodal asing di JGLE mencapai 5,91 miliar saham atau setara 26,165% dari total saham.

Posisi tersebut meningkat dibandingkan akhir Juni 2026 yang tercatat sebanyak 5,84 miliar saham atau 25,882%. Dengan demikian, dalam satu bulan terjadi penambahan kepemilikan asing sebanyak 63.841.500 saham.

Baca Juga: Volume Ekspor Turun, Emiten Nikel Tetap Berpeluang Raih Kinerja Positif

Corporate Secretary Graha Andrasentra Propertindo, Santoso Budi dalam keterbukaan informasi di BEI menyampaikan bahwa porsi kepemilikan pemodal lokal saat ini berada di angka 73,835% atau setara dengan 16,673 miliar lembar saham dari total keseluruhan 22,581 miliar saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

"Jumlah keseluruhan pemegang saham JGLE per 31 Juli 2026 tercatat sebanyak 36.552 investor," ujar Santoso. 

Dari sisi struktur pemegang saham, PT Surya Global Nusantara menjadi pemegang saham pengendali JGLE dengan kepemilikan 38,761% atau sebanyak 8,75 miliar saham.

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) merupakan pengendali PT Surya Global Nusantara sekaligus menjadi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) Graha Andrasentra Propertindo.

Selain pemegang saham pengendali, terdapat sejumlah investor yang memiliki lebih dari 5% saham JGLE.

Diantaranya adalah Banque de Luxembourg - Client Account tercatat menggenggam 2,77 miliar saham atau 12,257%. Kemudian EFG Bank AG memiliki 1,82 miliar saham atau 8,071%.

Sementara itu, Siauw Yunus Subandi tercatat memiliki 1,2 miliar saham atau setara 5,314% dari saham JGLE.

Adapun jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Graha Andrasentra Propertindo tidak tercatat memiliki saham JGLE secara langsung.

Peningkatan porsi kepemilikan asing tersebut membuat komposisi pemegang saham JGLE pada akhir Juli 2026 sedikit bergeser. Meski demikian, pemodal lokal masih menjadi kelompok mayoritas dengan penguasaan lebih dari 70% saham.

Baca Juga: Rumor Merger Garuda dan Pelita Kerek Saham GIAA, Analis Ingatkan Risiko Fundamental

Saham JGLE dalam lima hari telah naik 43,94% di Rp 95 per saham. Namun per Senin (10/8/2026) saham JGLE tidak bergerak. 

Dari sisi kinerja emiten ini sejatinya masih membukukan kerugian meski nilainya mulai berkurang di semester I-2026. Rugi neto emiten ini mencapai Rp 17,51 miliar, kerugian tersebut turun 16,3% secara tahunan. 

Penurunan kerugian tersebut sejalan dengan usaha JGLE yang berusaha menekan beban lain-lain dan beban bunga serta keuangan. 

Beban lain-lain neto JGLE turun sebesar 29,94% menjadi Rp 13,20 miliar dari sebelumnya Rp 18,84 miliar. Efisiensi ini didorong oleh penurunan beban bunga dan keuangan sebesar 28,81% menjadi Rp 5,85 milia serta penurunan beban lain-lain neto sebesar 33,96% menjadi Rp7,34 miliar. 

Namun hal tersebut tidak mampu menolong JGLE keluar dari kerugian lantaran pendapatan perusahaan properti ini hanya naik tipis di sepanjang enam bulan 2026. Pendapatan JGLE tercatat sebesar Rp 66,55 miliar pada semester I 2026. Capaian ini hanya tumbuh tipis 0,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 66,10 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan naik 5,05% menjadi Rp 20,58 miliar. Peningkatan beban pokok tersebut menekan laba bruto sebesar 1,18% menjadi Rp 45,96 miliar.

Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Menjadi Katalis Produksi dan Kinerja PT Timah Tbk (TINS)

Total beban usaha juga mengalami kenaikan 3,47% menjadi Rp 50,28 miliar dari sebelumnya Rp 48,60 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan beban penjualan sebesar 14,61% menjadi Rp 3,65 miliar serta beban umum dan administrasi yang naik 2,68% menjadi Rp 46,63 miliar. Akibatnya, perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 4,32 miliar, atau melonjak 107,00% dibandingkan rugi usaha Rp 2,08 miliar pada semester I 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×