Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Sementara dari sisi ICOMEX, tingkat likuiditas dan kepercayaan terhadap harga yang terbentuk menjadi faktor penting.
Untuk saham TINS, Nafan memberikan rekomendasi sell on strength.
Sementara Hendra melihat saham TINS masih dapat dicermati untuk trading buy atau speculative buy, dengan target psikologis Rp 5.000 dan batas risiko atau stop loss di Rp 4.500.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek RAJA dan RATU yang Makin Kokoh di Sektor Energi
Menurut Hendra, secara teknikal TINS saat ini berada di area resistance setelah mengalami kenaikan.
Konsolidasi yang sehat dapat menjadi proses pembentukan basis, sedangkan breakout yang disertai volume transaksi dapat memperkuat momentum saham.
Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (17/9/2026), saham TINS ditutup menguat tipis 0,43% ke level Rp 4.700 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














