kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Hentikan sementara transaksi short selling, BEI: Ini intervensi yang paling minim


Senin, 02 Maret 2020 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, Direktur Utama KPEI Sunandar, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, Direktur Utama KSEI Budhi Prasetyo dan Dirketur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo saat memberikan


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

Terlebih lagi, Laksono meyakini bahwa pasar saham yang sehat adalah pasar yang minim intervensi. "Sejauh ini, kondisi bursa lain bahkan turunnya lebih banyak dari Indonesia, mereka juga belum melakukan ini. Makanya, kami pilih solusi atau intervensi yang paling minim," ungkap dia.

BEI juga belum melihat tanda-tanda yang menjurus ke kondisi krisis.

Baca Juga: Pengumuman pasien positif virus corona membuat IHSG kembali longsor ke 5.361,246

Meskipun begitu, BEI tidak menutup kemungkinan untuk melakukan tindakan yang lebih drastis jika memang diperlukan. Oleh karena itu, Laksono menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi pasar dan senantiasa berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Inarno menambahkan, pihaknya juga telah memiliki beberapa prosedur operasional standard untuk menghadapi gejolak pasar, seperti trading halt, trading suspend, pengubahan autoreject simetris menjadi asimetris, dan force sell.

Akan tetapi, menurut dia, penerapan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati. Maka dari itu, BEI akan terus memantau perkembangan dinamika pasar dan kondisi bursa-bursa negara lain. 

Baca Juga: Transaksi short sell dihentikan, BEI: Untuk pengingat jangan menambah bensin ke api

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×