kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Hary Tanoe: Kasus pajak tak mengganggu IPO MNC Sky


Jumat, 15 Juni 2012 / 18:01 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Edy Can

JAKARTA. Chief Executive Officer PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) Harry Tanoesudibjo tidak khawatir kasus suap pajak yang sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggu bisnisnya. Salah satunya termasuk rencana penawaran saham perdana PT MNC Sky Vision.

Menurut Hary, rencana penawaran saham perdana MNC Sky Vision akan tetap berjalan. "Saya sudah memberikan kewenangan untuk mengelola. Biar mereka yang mengelola," kata Hary usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (15/6).

Hary dipanggil KPK sebagai saksi dalam dugaan suap pegawai pajak Tommy Hindratno. Kasus ini diduga terkait Bhakti Investama. KPK sendiri telah menetapkan dua orang tersangka. Selain itu, lembaga anti korupsi ini telah mencekal Komisaris Independen BHIT Antonius Z. Tonbeng.

PT MNC Sky Vision berencana menawarkan maksimal 1,412 miliar saham biasa atas nama atau setara 20% dari modal ditempatkan. Uniknya dalam IPO kali ini, saham yang akan ditawarkan MNC Sky Vision adalah sebanyak 847,666 juta saham biasa (12%), dan dan 565,11 juta saham atas nama Bhakti Investama Tbk atau setara 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×