kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Hari ini, euro diperkirakan masih melemah


Rabu, 03 Agustus 2011 / 10:45 WIB
Hari ini, euro diperkirakan masih melemah
ILUSTRASI. Kendaraan melintas saat hujan deras melanda kawasan Karet Tengsin, Jakarta, Senin (19/10/2020). Cuaca besok di Jabodetabek hujan, menurut ramalan BMKG.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Edy Can


JAKARTA. Sampai hari ketiga pekan ini, nilai euro terhadap dollar Amerika Serikat masih melemah. Nilai mata uang benua biru ini terkoreksi 0,0303% ke level 1,4199 terhadap dollar AS pukul 10.35 WIB.

Analis memperkirakan, euro akan cenderung konsolidasi hingga melemah. Kepala Riset Divisi Treasury BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, ada beberapa hal yang akan mempengaruhi tren pergerakan euro hari ini.

Salah satunya tentang disetujuinya penghematan bujet AS senilai US$ 2,4 triliun. Menurut Nurul, keputusan tersebut malah berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi AS yang berimbas ke ekonomi global. "Hal ini cenderung mengamankan pergerakan dollar sebagai reserve currency favorit," tuturnya, Rabu (3/8).

Faktor pelemahan euro lainnya karena terimbas melemahnya indeks bursa Eropa. Sebab, menurutnya, pelemahan indeks bursa Eropa terjadi karena investor menghindari risiko investasi.

Di sisi lain, dia bilang pelaku pasar masih berkonsentrasi menunggu data penting ADP Employment Change AS. "Jika yang dirilis turun sesuai ekspektasi maka akan menambah supremasi dollar atas major currency," tuturnya.

Selain itu, Nurul bilang pelemahan nilai euro juga karena krisis utang negara-negara Eropa. Dia mengatakan, investor mencermati krisis utang yang mulai menjalar ke negara penting seperti Italia dan Spanyol. Menurutnya, kondisi ini akan cenderung membebani penguatan euro.

Berdasarkan analisa teknikal, Nurul memprediksi, mata uang euro akan bergerak di area negatif dengan supportnya 1,3850-1,4050 sedangkan level resistance di kisaran 1,4280-1,4400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×