kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hari ini (5/7) Periode Terakhir Masa Penawaran IPO Amman Mineral (AMMN)


Rabu, 05 Juli 2023 / 10:00 WIB
Hari ini (5/7) Periode Terakhir Masa Penawaran IPO Amman Mineral (AMMN)
ILUSTRASI. masa penawaran IPO Amman Mineral Internasional (AMMN) berakhir hari ini (5/7)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini, Rabu (5/7) adalah hari terakhir masa penawaran umum PT Amman Mineral Internasional Tbk dalam rangka initial public offering (IPO).

Perusahaan yang nantinya menggunakan kode saham AMMN ini telah melangsungkan masa penawaran sejak Senin (3/7). Saham AMMN rencananya akan dicatatkan pada di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (7/7)

Perusahaan  yang bergerak di sektor tambang tembaga dan emas ini memasang harga IPO di harga Rp 1.695. Sebelumnya, AMMN memasang harga bookbuilding berkisar antara Rp 1.650 sampai dengan Rp 1.775.

Dalam aksi korporasi tersebut, AMMN melepas sebanyak-banyaknya sebesar 7,28 miliar atau sebanyak-banyaknya sebesar 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Dengan demikian, AMMN berpotensi meraup dana segar hingga sebesar Rp 10,73 triliun dari hajatan penawaran umum perdana saham ini.

Baca Juga: Mulai Masa Penawaran, Intip Penggunaan Dana IPO Amman Mineral (AMMN)

Asal tahu, emisi ini akan menjadikan IPO AMMN sebagai yang terbesar tahun ini. Sebelumnya, rekor emisi IPO terbesar tahun ini dipegang oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan nilai emisi IPO mencapai Rp 9,97 triliun.

Direktur Utama AMMN Alexander Ramlie menyatakan optimistis terhadap pengambilalihan saham oleh investor untuk ikut serta dalam IPO AMMN.

Dia mengatakan, aksi korporasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis AMMN yang berkelanjutan di era transisi energi, yang akan mendorong permintaan komoditas tembaga di masa mendatang.

“Pengembangan usaha tersebut antara lain pembangunan smelter dan pemurnian logam mulia, penambahan kapasitas pabrik konsentrator, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/7).

AMMN akan mengalokasikan dana hasil IPO ini antara lain untuk penyetoran modal kepada PT Amman Mineral Industri (AMIN) melalui pengambilbagian saham baru yang diterbitkan oleh AMIN, yang selanjutnya akan digunakan oleh AMIN untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia AMIN di Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 1,79 triliun

Dana IPO juga akan digunakan untuk pelunasan utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar Rp 3,05 triliun.

Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Tetapkan Harga IPO di Rp 1.695, Bakal Raup Rp 10,72 Triliun

Sisa dana akan digunakan untuk penyetoran modal kepada AMNT melalui pengambilbagian saham baru yang akan diterbitkan oleh AMNT, yang selanjutnya akan digunakan oleh AMNT untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek ekspansi pabrik konsentrator di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Dana juga akan digunakan untuk proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat

Alexander memaparkan, saat ini anak usaha AMMN yakni AMNT sudah memasuki Fase 7 dalam operasional tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurut Wood Mackenzie, tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, dan memiliki cadangan setara tembaga terbesar kelima di dunia apabila dikombinasikan dengan cebakan Elang.

Data cadangan bijih AMMN untuk tambang Batu Hijau dan cebakan Elang per tanggal 31 Desember 2022 sesuai JORC Code 2012 (Australasian Joint Ore Reserves Committee) adalah sebesar 17,12 miliar pon tembaga dan 23,2 juta ons emas. Selain memiliki cadangan yang melimpah, keunggulan lain yang dimiliki AMMN adalah biaya produksi yang rendah.

"Kami sedang tahap pengembangan Fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang Batu Hijau hingga 2030. Kami juga akan mulai mempersiapkan tambang Elang untuk dapat memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046," tutup Alexander.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×