kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.781   2,00   0,01%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Harga Minyak turun Jumat (21/8) Pagi, Tapi Berpotensi Catat Kenaikan Mingguan


Jumat, 21 Agustus 2026 / 07:44 WIB
Harga Minyak turun Jumat (21/8) Pagi, Tapi Berpotensi Catat Kenaikan Mingguan
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pagi, setelah naik lebih dari 2% kemarin akibat ancaman sanksi ekonomi AS terhadap Iran (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pagi, setelah naik lebih dari 2% kemarin akibat ancaman sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Mengutip Bloomberg, pukul 07.35 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 86,12 per barel, turun 0,82% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 86,83 per barel.

Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pagi, namun diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan yang signifikan, karena upaya AS untuk mengisolasi Iran meningkatkan kemungkinan gangguan pasar lebih lanjut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintah AS akan merinci sanksi yang akan dijatuhkan ke Iran pada pekan depan, setelah Presiden AS Donald Trump menggambarkan upaya itu sebagai hari H Ekonomi.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Perdagangan Jumat (20/8), Saham-Saham Ini Bisa Ditimbang

Langkah-langkah tersebut akan menargetkan Iran, dan juga dapat menjerat negara-negara yang berhubungan dengan Iran, termasuk China.

Harga minyak telah naik lebih dari 50% tahun ini karena konflik AS-Iran menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan, dimana kedua belah pihak bertempur untuk memperebutkan Selat Hormuz.

Bessent dalam sebuah wawancara dengan CNBC mengungkapkan, Washington mengendalikan Selat Hormuz, dan kapal-kapal dapat keluar melalui jalur selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×