kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga minyak pangkas laba AKRA


Selasa, 26 Juli 2016 / 22:35 WIB
Harga minyak pangkas laba AKRA


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kinerja distributor bahan bakar minyak (BBM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masih menurun pada medio pertama tahun ini. AKRA hanya membukukan pendapatan sebesar Rp 7,36 triliun pada Semester I 2016, turun 28,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 10,2 triliun.

Penurunan pendapatan ini berimbas pada laba bersih AKRA yang terpangkas 3,25% year on year (yoy) menjadi Rp 585,56 miliar. Suresh Vembu, Direktur AKRA mengatakan, penurunan harga jual BBM menjadi penyebab merosotnya kinerja perseroan.

Hingga paruh pertama tahun ini, harga jual minyak sudah turun 30% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Sementara volume masih agak flat. Sehingga pendapatan menurun," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (26/7).

Suresh mengatakan, walaupun pendapatan dan laba turun, tetapi marjin laba laba AKRA meningkat menjadi 7,9% pada Semester I 2016, dari sebelumnya sebesar 5,8%. Ini karena kinerja kuartalan perseroan membaik.

AKRA mengantongi laba bersih sebesar Rp 330 miliar di Kuartal II 2016, naik 29% dibandingkan dengan Kuartal I 2016 sebesar Rp 255 miliar. Lalu, pada Kuartal II, penjualan dan pendapatan AKRA juga tumbuh 6% menjadi Rp 3,7 triliun dibandingkan Kuartal I 2016 yang sebesar Rp 3,5 triliun.

Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, permintaan produk BBM di sektor industri masih melemah karena harga komoditas yang rendah. Dengan dihapusnya subsidi untuk produk bensin, AKRA mulai memperkenalkan produk bensin AKRA 92 yang sudah mulai dipasarkan melalui SPBU pilihan yang tersebar di Pulau Jawa pada tahun ini.

Penjualan AKRA hingga bulan Juni tahun ini masih banyak disumbang dari perdagangan distribusi BBM dan kimia dasar dengan total Rp 6,5 triliun. Lalu, penjualan produk pabrikan mencapai Rp 301,4 miliar. Sementara itu, bidang jasa logistik dan sewa pelabuhan menyumbang pendapatan sebesar Rp 359,7 miliar.

AKRA juga sudah menuai pendapatan dari penjualan tanah kawasan industri dari proyek Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Penjualan tanah dari kawasan ini sudah mencapai Rp 170,43 miliar.

“Di pengembangan kawasan industri & pelabuhan terintegrasi JIIPE, kami masih on track," ujar Haryanto. AKRA juga sudah memulai proyek captive electricity yang diperuntukkan kepada penyewa lahan. Pembangkit listrik yang dibangun berkapasitas 23 mega watt (MW) dan akan selesai pada bulan Juni 2017.

Sementara itu, pelabuhan laut di JIIPE juga mulai beroperasi pada bulan Januari 2016 dan sudah menangani kapal berskala besar di pelabuhan Manyar. "Fokus kami ke depan adalah menurunkan biaya logistik dan memberikan nilai tambah kepada para pelanggan kami," tambah Haryanto.

Hingga Semester I 2016, AKRA memiliki total liabilitas sebesar Rp 7,4 triliun. Jumlah itu termasuk utang bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu setahun sebesar Rp 258,54 miliar. Sementara total ekuitas AKRA tercatat sebesar Rp 7,9 triliun. AKRA masih memiliki total kas dan setara kas sebesar Rp 843,6 miliar.

Harga saham AKRA ditutup turun 1,45% ke level Rp 6.800 per saham pada perdagangan Selasa (26/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×