kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.995   4,00   0,02%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Harga Minyak Naik Awal Pekan Ini, Imbas Kekhawatiran Meluasnya Konflik Timur Tengah


Senin, 30 Maret 2026 / 06:10 WIB
Harga Minyak Naik Awal Pekan Ini, Imbas Kekhawatiran Meluasnya Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. HHarga minyak melonjak pada perdagangan awal pekan ini, Senin (30/3/2026) dipicu meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik Timur Tengah. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali melonjak pada perdagangan awal pekan ini, Senin (30/3/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 05.55 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 102,48 per barel, naik 2,85% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 99,64 per barel.

Sedangkan Harga Brent melonjak lebih dari 3% ke level US$ 116,43 per barel setelah serangan Houthi menembakkan rudal di Israel selama akhir pekan.

Harga minyak kembali naik setelah militan Houthi yang didukung Iran di Yaman memasuki perang Timur Tengah dan lebih banyak pasukan AS tiba di wilayah tersebut. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik dan menyebabkan kekacauan yang lebih besar di pasar energi.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah pada Senin (30/3/2026), Cermati Sentimennya

Pelabuhan Arab Saudi Yanbu, yang digunakan negara itu untuk mengekspor Sebagian minyaknya setelah Selat Hormuz ditutup, juga berada dalam jangkauan rudal Houthi.

"Ancaman dari Houthi terhadap infrastruktur dan ekspor minyak Saudi melalui jalur Laut Merah sama seperti menolak operasi bypass yang berhasil menghentikan serangan jantung penuh akibat penutupan Selat Hormuz," kata Mukesh Sahdev, kepala eksekutif XAnalysts Pty seperti dikutip Bloomberg.

Keterlibatan Houthi membawa risiko baru bagi pasar minyak mentah. Kelompok ini secara efektif menutup Laut Merah bagi Sebagian besar pengirim barang Barat setelah perang di Gaza dimulai tahun 2023, membuat kapal-kapal kargo mengubah rute.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi pada Senin (30/3), Cermati Saham-Saham Berikut

Ancaman terhadap kargo yang dimuat melalui Yanbu di Arab Saudi akan semakin membatasi pasokan.

Pekan lalu, Macquarie Group Ltd memperkirakan bahwa Harga minyak berjangka kemungkinan akan mencapai US$ 200 per barel jika konflik berlanjut hingga Juni dan Selat Hormuz tetap ditutup dalam skenario dengan peluang 40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×